Banjir, Petani Ikan Rugi Ratusan Juta

Kompas.com - 18/11/2012, 02:38 WIB

MUSI RAWAS, Kompas.com - Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, beberapa hari belakangan ini membuat kolam ikan petani di sejumlah kecamatan kebanjiran. Akibatnya, kerugian mencapai ratusan juta.

"Hujan deras yang terjadi selama tiga ini telah menyebabkan banjir sehingga kolam kami juga ikut terendam. Ikannya hilang semua terbawa banjir setinggi dua meter," kata Supadio, salah seorang pemilik kolam ikan air deras di Kelurahan B-Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Sabtu (17/11/2012).

Banjir yang melanda daerah tersebut, kata dia, menyusul hujan deras yang terjadi sepanjang Rabu (14/11) malam hingga Jumat (16/11) malam, membuat kolam seluas 1/2 hektare miliknya terendam air. Akibatnya, ikan nila dan ikan emas yang dipeliharanya dengan berat total sekitar 17 ton hanyut terbawa banjir, dengan jumlah kerugian mencapai Rp 90 juta.

Banjir yang terjadi di daerah itu terjadi akibat melubernya saluran irigasi yang tidak mampu menampung air hujan, sehingga berimbas kepada kolam miliknya. Padahal, kolam ikan miliknya itu merupakan kolam ikan air tenang, bukan kolam air deras, yang memanfaatkan saluran irigasi, yang selama ini tidak pernah kebanjiran.

Sementara itu, hal yang sama juga dialami Zul dan Sunyoto (60), petani ikan lainnya di Kecamatan Tugumulyo, dengan jumlah kerugian Rp 50 juta dan Rp 70 juta, akibat ikan mereka yang hanyut mencapai 11 ton.

Pantauan di lapangan, banjir yang menyebabkan lepasnya puluhan ton ikan milik petani tersebut membuat warga lainnya berduyun-duyun menangkap ikan di saluran irigasi maupun anak sungai yang ada di daerah itu, dengan menggunakan jala maupun jaring.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau