JAKARTA, KOMPAS.com — Informasi kematian ABP Simanjuntak sungguh membuat miris. Betapa tidak, ia baru diketahui meninggal dunia setelah jasadnya sekitar tujuh bulan terbaring di rumahnya di Jalan Siaga 2C No 25A, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
"Kematiannya baru diketahui sekitar pukul 14.30 WIB tadi oleh tiga saksi," ungkap Komisaris Adri Desas Furiyanto, Kepala Polsektro Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2012) malam. Ketiga saksi dimaksud adalah RS (54), perempuan yang tak lain adalah saudara ipar korban; S (50), pengemudi mobil RS; dan H (48), petugas keamanan kompleks yang juga tetangga korban.
Adri menjelaskan, RS ditemani S hendak berkunjung untuk melihat kondisi korban pada sore tadi. Karena kondisi rumah yang tak terawat, mereka meminta bantuan H untuk menemani keduanya memasuki rumah. "Saat mereka masuk pintu pagar, rumah korban sudah terbuka. Kemudian mereka masuk ke halaman depan rumah korban, dan melihat jendela sudah terbuka. Sementara itu, pintu rolling door dalam keadaan tertutup rapat," urai Adri.
Karena pintu depan rumah tersebut dalam keadaan terkunci, ketiganya lantas memasuki rumah melalui jendela yang terbuka. Mereka selanjutnya memasuki kamar tidur yang biasa digunakan korban. Saat itulah mereka menyaksikan pemandangan yang mengejutkan. "Korban di kamar sudah tidak bernyawa dalam posisi tidur terlentang di kasur, tinggal tulang belulang," kata Adri. Saat itu bau busuk masih tercium.
Melihat kondisi korban, mereka pun memutuskan untuk menghubungi Polres Metro Jaksel dan Polsektro Pasar Minggu. Petugas yang datang pada sore hari langsung mengamankan sejumlah barang yang bisa dijadikan petunjuk. Di antaranya terdapat dompet yang berisi identitas korban, obat-obatan dan rekomendasi medis, ponsel Nokia yang sudah tidak aktif, serta uang senilai Rp 276.000.
Korban diketahui beralamat di Jalan Mayor Oking Jaya Atmaja, Cibinong, Bogor. Menurut tetangganya, korban sudah lama terlihat sendirian menempati rumah tersebut. Kondisi korban yang sakit-sakitan mengakibatkan rumah tersebut tampak tak terawat. Dengan situasi tanpa penghuni, rumah dengan pagar besi berwarna hijau dan dikelilingi pagar tembok itu tampak dipenuhi tumbuhan dan pepohonan yang tumbuh liar.
"Info dari saksi 3 (H) bahwa korban memang sudah tidak pernah kelihatan semenjak 3-7 bulan lalu," ujar Adri. Tim identifikasi dari Polres Metro Jaksel kemudian melakukan olah TKP. Proses ini selesai pada pukul 19.00 WIB. Sejam kemudian, jasad korban dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo untuk menjalani proses visum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang