Tanggul Kali Laya Jebol Lagi

Kompas.com - 20/11/2012, 11:42 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Tanggul Kali Laya jebol lagi. Hal itu diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi pada Senin (19/11/2012) sore hingga malam, plus kiriman air dari Bogor.

Jebolnya tanggul untuk keduanya kalinya terjadi pada Senin kemarin, sekitar pukul 18.00 WIB. Warga sekitar tanggul sempat panik karena masih trauma dengan kejadian pertama.

"Tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok, bersama TNI, dan Satgas Banjir Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Depok bahu-membahu membantu evakuasi korban dan sudah memberi pertolongan pertama," kata Abdul Haris, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok, Senin (19/11/2012) malam.

Jebolnya tanggul kali ini sebenarnya sudah diperkirakan warga yang tinggal di pinggiran Kali Laya. Penanggulangan tanggul yang lamban, menurut warga, berisiko tanggul tersebut akan jebol lagi.

"Sekitar satu meter dari bibir tanggul itu adalah tanah kritis yang bila dialiri air dalam jumlah besar pasti bobol. Itu sudah kita perkirakan," ujar Arifin, Ketua RW 16 Perumahan Bukit Cengkeh II, Selasa (20/11/2012).

Arifin mengatakan, curah hujan yang tinggi membuat aliran air dari Bogor dan Setu Pangarengan terlalu besar untuk ditahan oleh tanggul Kali Laya. Bronjong, tumpukan batu yang diikat dengan kawan, sudah dipasang untuk menutup tanggul.

Sementara sejumlah karung pasir sudah disusun berlapis agar rembesan air tidak meluap ke rumah warga. Namun, tanah yang berada tidak jauh dari titik bobolnya tanggul amblas saat hujan mengguyur kemarin sore.

Akibatnya, debit air deras kembali turun membasahi jalan-jalan dari Kali Laya ke Kali Jantung. Hingga siang ini, puluhan petugas gabungan dari Tagana, Satgas Banjir, TNI, dan relawan masih berada di lokasi untuk menambah batu dan karung pasir tanggul yang jebol segera dapat tertangani.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau