BONTANG, KOMPAS.com -- Hari ketiga Indonesian Fire and Rescue Challenge (IFRC) yang diikuti 20 tim peserta dari 19 perusahaan tambang, migas, dan energi se-Indonesia, Selasa (20/11/2012), diisi dua kompetisi, yakni Mass Casualty Response dan High Angle Rescue.
Dalam Mass Casualty Response, tim harus menyelamatkan korban kecelakaan kendaraan atau pesawat yang berjumlah banyak. Para korban kondisinya beragam, ada yang sudah meninggal, sekarat, dan luka-luka. Peserta harus menyelamatkan korban dan menetapkan prioritas penyelamatan.
Dalam High Angle Rescue, tim peserta harus menyelamatkan dua orang yang terjatuh dari ketinggian. Satu orang simulasi memakai boneka orang, jatuh di ketinggian bangunan 12 meter, dan sudah dalam kondisi meninggal. Satu lagi tersangkut di tengah ketinggian, namun masih hidup. Tim harus mengangkat keduanya dengan waktu yang dibatasi 30 menit.
Ketua Panitia IFRC 2012, Zainal Abidin Aplatun, yang juga Assistance Vice President PT Indominco Mandiri, mengemukakan bahwa para personel Emergency Response Team (ERT) di perusahaan tambang, migas, dan energi, harus memiliki skill. Namun juga butuh sharing pengalaman dengan tim ERT perusahaan lain, dan update teknologi.
PT Indominco Mandiri, perusahaan tambang batubara dari grup Indo Tambang Raya Megah Tbk di Bontang, Kalimantan Timur, menjadi tuan rumah IFRC ke-15 yang berlangsung 17-27 November.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang