Kesehatan

Kasus Kematian Ibu di Surabaya Tertinggi Kedua di Jatim

Kompas.com - 22/11/2012, 14:17 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com- Meskipun fasilitas kesehatan cukup memadai, Kota Surabaya menduduki peringkat kedua tertinggi dalam jumlah kasus kematian ibu di Jawa Timur. Dari 627 ibu yang meninggal di Jatim pada 2011, jumlah kematian ibu di Surabaya mencapai 47 orang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jatim, selain Surabaya, tingkat kematian tertinggi ada di Kabupaten Jember (54) dan Kabupaten Kediri (31). Sekitar 80 persen kematian justru terjadi di fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim Budi Rahaju mengatakan, penyebab utama kematian ibu di Jatim adalah pendarahan saat persalinan dan tekanan darah tinggi saat hamil (preeklamsia).

"Tingginya tingkat kematian ibu di Surabaya menunjukkan tidak selamanya fasilitas kesehatan memadai di kota besar dapat menjamin kesehatan ibu dan bayi," ujar Budi, Kamis (22/11/2012).

Dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Rumah Sakit Umum dr Soetomo Surabaya, dr Agus Sulistiyono SpOG (K) mengakui, masih banyaknya kasus kematian di Surabaya akibat keterlambatan rujukan ke rumah sakit terdekat.

Kebanyakan petugas memberi rujukan ke rumah sakit milik pemerintah karena pertimbangan biaya meskipun letaknya jauh. Di RSU dr Soetomo misalnya, beberapa kali terjadi kasus meninggalnya ibu saat tiba di rumah sakit ketika akan melakukan persalinan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau