Kehidupan Gaza Berlanjut Setelah Gencatan Senjata

Kompas.com - 23/11/2012, 02:38 WIB

GAZA — Penduduk Jalur Gaza mulai melanjutkan kegiatan sehari-hari setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Israel pada Rabu.

Warung-warung buka lagi pada Kamis (22/11/2012) dan lalu lintas jalan raya padat seperti hari-hari sebelum terjadi pertempuran. Antrean panjang juga terlihat di bank dan anjungan mesin tunai.

"Situasi hari ini sangat baik. Kita kembali bekerja seperti semula," kata Hani Hamadeh, pemilik toko sayur, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

"Ada banyak pembeli hari ini. Warga keluar rumah untuk pertama kalinya setelah perang selama delapan hari dan mereka hari ini berbelanja,"

Ashraf Diaa, 38, seorang teknisi dari Gaza City, mengatakan, situasi hari ini terasa berbeda.

"Hari ini berbeda. Kopi yang diminum pagi hari terasa berbeda dan saya merasa kita memulai sesuatu yang baru," kata Diaa kepada kantor berita AP.

Hamas, yang menguasai wilayah Jalur Gaza, menyatakan, hari Kamis ini sebagai hari libur untuk merayakan hal yang disebut kemenangan atas Israel.

Tentara Israel disiagakan

Warga Gaza turun ke jalan-jalan untuk merayakan gencatan senjata. Israel dan Hamas telah menyatakan akan melakukan serangan balasan apabila gencatan senjata dilanggar.

"Bila Israel mematuhi gencatan, kita patuh. Bila Israel melanggar, kita siap melakukan balasan," kata pemimpin Hamas yang berada di pengasingan, Khaled Meshaal, dalam jumpa pers di Kairo, Mesir.

Sementara itu, sekolah-sekolah di Israel selatan yang dekat dengan Jalur Gaza tetap ditutup sebagai langkah jaga-jaga.

Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Benny Gantz, mengatakan, tentara tetap disiagakan sebagai antisipasi gencatan senjata dilanggar.

"Kami siap sepenuhnya, mampu dan siap bila diperlukan untuk bergerak dengan pasukan darat. Bila Gaza tetap tenang, bila tidak ada tembakan dari sana, Gaza akan menjadi tempat yang tenang. Bila organisasi teror kembali beroperasi di Gaza, masa depan akan lebih suram."

Israel melancarkan operasi militer di Gaza pekan lalu sebagai upaya untuk mencegah serangan roket Palestina ke wilayahnya.

Konflik terbaru Israel-Gaza menewaskan lebih dari 160 warga Palestina dan lima warga Israel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau