Korban Banjir Kedoya Mulai Berobat ke Posko Kesehatan

Kompas.com - 23/11/2012, 17:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyakit langganan di setiap musim penghujan kerap datang menyerang korban banjir. Di Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, sampai sore ini sudah ada 102 pasien yang mendatangi posko kesehatan.

"Dari pagi sampai sore sudah ada 102 pasien. Rata-rata sakitnya flu, gatel, dan diare," kata dr Elvi Ramadhani Harahap di Pos Kesehatan Kedoya, Jakarta Barat, Jumat (23/11/2012).

Elvi mengungkapkan, kebanyakan pasien yang datang adalah orang dewasa. Mereka mengeluhkan gatal-gatal kulit karena terkena air banjir yang meluap dari Kali Sodetan anak Kali Pesanggrahan. Pengobatan ini diberikan secara gratis.

Saiful Anwar, warga Kedoya Selatan melakukan pengobatan karena penyakit diare yang ia derita. Ia juga terendam banjir dari semalam sehingga ia menderita sakit diare dan flu.

Pos kesehatan sudah didirikan sejak Jumat pagi. Untuk membantu warga yang menderita sakit, posko tersebut menyediakan satu dokter dari Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk yang dibantu lima orang PKL dari SMK di daerah Banten.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Jalan Adikarya RW 5 Kedoya Selatan, Jakarta Barat sudah terendam banjir sejak kemarin Sore, mencapai 2 meter. Air dari anak Kali Pesanggrahan meluap jika hujan turun di Bogor dan Depok.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau