Bandung

Lagi, Mayat Mengambang di Cikapundung

Kompas.com - 26/11/2012, 11:51 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah penemuan mayat laki-laki tanpa identitas di Sungai Cikapundung, tepatnya di Kampung Cik'ah, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Bandung, Jawa Barat, Selasa lalu, kini lagi-lagi mayat ditemukan di sungai yang sama.

Kali ini, sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang juga tanpa identitas ditemukan di anak kali Cikapundung RT 04 RW 05 Jalan Karees Kulon, Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Bandung, Jawa Barat, Senin (26/11/2012).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga, Wawang (59), sekitar pukul 07.00 WIB. Wawang menceritakan, dirinya sedang mencari-cari plastik bekas sejak pukul 04.50 WIB di pinggiran kali tersebut.

Saat plastik sudah terkumpul banyak, Wawan berniat mencucinya. Saat mengarahkan matanya ke tengah sungai, Wawan melihat ada wajah mengambang. "Saya kira boneka, setelah saya lihat jeli, ternyata muka itu adalah orang yang sudah meninggal," kata Wawang.

Saat ini mayat tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung oleh tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung untuk diotopsi. Sampai saat ini polisi masih menyelidiki identitas dan penyebab kematiannya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau