CILACAP, KOMPAS.com - Korban bencana tanah longsor di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Cilacap, minta direlokasi ke wilayah yang aman.
"Kami tidak ingin kembali ke Grumbul Nyagak. Kami berharap bisa direlokasi," kata salah seorang korban bencana tanah longsor, Rastim di Desa Ujungbarang, Senin (26/11/2012).
Menurut dia, Grumbul Nyagak di Dusun Ciawar rawan bencana tanah bergerak atau longsor. Bahkan, kata dia, akses jalan menuju wilayah tersebut tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Kamis (22/11/2012) malam.
Secara terpisah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Majenang Kopral Kusna mengatakan, 55 keluarga dari Grumbul Nyagak yang saat ini mengungsi di Dusun Cipancur enggan kembali ke rumah mereka.
"Lima puluh lima keluarga yang terdiri 182 jiwa tidak mau kembali ke kampungnya karena selain memikirkan dirinya sendiri saat ini, juga melihat anak cucunya ke depan," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, warga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap merelokasi mereka ke tempat yang aman.
Sementara itu, Kepala Desa Ujungbarang Tarkono mengatakan, pihaknya telah menyampaikan keinginan warga kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap.
"Kebetulan kemarin (Minggu, red.) Bupati Cilacap datang ke sini sehingga kami sampaikan keinginan warga untuk direlokasi. Kami diminta untuk bersabar karena Pemkab Cilacap sedang mengupayakan hal itu," katanya.
Menurut dia, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, pada Kamis (22/11/2012) malam mengakibatkan 55 keluarga mengungsi dan merusak 74 rumah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 408 juta dan empat jembatan hilang ditelan tanah longsor serta satu korban meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang