Korban Longsor di Cilacap Minta Direlokasi

Kompas.com - 26/11/2012, 15:58 WIB

CILACAP, KOMPAS.com - Korban bencana tanah longsor di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, Cilacap, minta direlokasi ke wilayah yang aman.

"Kami tidak ingin kembali ke Grumbul Nyagak. Kami berharap bisa direlokasi," kata salah seorang korban bencana tanah longsor, Rastim di Desa Ujungbarang, Senin (26/11/2012).

Menurut dia, Grumbul Nyagak di Dusun Ciawar rawan bencana tanah bergerak atau longsor. Bahkan, kata dia, akses jalan menuju wilayah tersebut tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Kamis (22/11/2012) malam.

Secara terpisah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Majenang Kopral Kusna mengatakan, 55 keluarga dari Grumbul Nyagak yang saat ini mengungsi di Dusun Cipancur enggan kembali ke rumah mereka.

"Lima puluh lima keluarga yang terdiri 182 jiwa tidak mau kembali ke kampungnya karena selain memikirkan dirinya sendiri saat ini, juga melihat anak cucunya ke depan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, warga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap merelokasi mereka ke tempat yang aman.

Sementara itu, Kepala Desa Ujungbarang Tarkono mengatakan, pihaknya telah menyampaikan keinginan warga kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap.

"Kebetulan kemarin (Minggu, red.) Bupati Cilacap datang ke sini sehingga kami sampaikan keinginan warga untuk direlokasi. Kami diminta untuk bersabar karena Pemkab Cilacap sedang mengupayakan hal itu," katanya.

Menurut dia, bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Ujungbarang, Kecamatan Majenang, pada Kamis (22/11/2012) malam mengakibatkan 55 keluarga mengungsi dan merusak 74 rumah dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 408 juta dan empat jembatan hilang ditelan tanah longsor serta satu korban meninggal dunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau