TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Pencarian satu lagi dari lima korban longsor Curug Cipalasari, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, dihentikan sementara. Alasannya, selain khawatir longsor susulan akibat hujan deras mengguyur lokasi kejadian, korban juga diduga tertindih batu besar. Kemungkinan tim evakuasi akan memahat batu tersebut untuk menarik jasad korban.
"Sekitar jam lima sore tadi diputuskan tim evakuasi menghentikan aktivitas pencarian satu lagi korban yang belum bisa diangkat jenazahnya. Ya, supaya tidak jatuh korban lagi kalau ada longsor susulan, apalagi kita (mencari, red) dengan cara manual untuk menyingkirkan batu besar akibat longsor. Korban diperkirakan tertimbun batu yang paling besar," terang Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin malam.
Pencarian dan pengangkatan jenazah bernama Ulum akan dilanjutkan besok pagi. Tim yang terdiri dari petugas BPBD, TNI, Polri, dan Tagana dibantu warga setempat telah berupaya semaksimal mungkin saat evakuasi mulai tadi pagi sampai sore hari.
"Kita bahkan berupaya memecahkan batu untuk mempermudah mengangkat jenazah dengan cara memahat memakai alat manual. Soalnya alat berat tidak bisa ke lokasi akibat jalan sempit," kata Kundang.
Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan, jika alat berat tak bisa didatangkan ke lokasi kejadian akibat akses jalan sempit, terpaksa batu besar akibat longsor itu dipahat secara manual.
"Terpaksa kita akan memecahkan batu itu dengan cara dipahat," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, proses evakuasi terhambat karena alat berat untuk memindahkan material longsor berupa bebatuan tidak bisa mencapai lokasi. Tercatat lima korban tewas akibat tertimbun longsor di Curug Cipalasari tersebut. Empat jenazah telah ditemukan dan satu lagi masih tertimbun longsor.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang