Tertindih Batu Besar, Korban Longsor Sulit Dievakuasi

Kompas.com - 26/11/2012, 22:33 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Pencarian satu lagi dari lima korban longsor Curug Cipalasari, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, dihentikan sementara. Alasannya, selain khawatir longsor susulan akibat hujan deras mengguyur lokasi kejadian, korban juga diduga tertindih batu besar. Kemungkinan tim evakuasi akan memahat batu tersebut untuk menarik jasad korban.

"Sekitar jam lima sore tadi diputuskan tim evakuasi menghentikan aktivitas pencarian satu lagi korban yang belum bisa diangkat jenazahnya. Ya, supaya tidak jatuh korban lagi kalau ada longsor susulan, apalagi kita (mencari, red) dengan cara manual untuk menyingkirkan batu besar akibat longsor. Korban diperkirakan tertimbun batu yang paling besar," terang Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin malam.

Pencarian dan pengangkatan jenazah bernama Ulum akan dilanjutkan besok pagi. Tim yang terdiri dari petugas BPBD, TNI, Polri, dan Tagana dibantu warga setempat telah berupaya semaksimal mungkin saat evakuasi mulai tadi pagi sampai sore hari.

"Kita bahkan berupaya memecahkan batu untuk mempermudah mengangkat jenazah dengan cara memahat memakai alat manual. Soalnya alat berat tidak bisa ke lokasi akibat jalan sempit," kata Kundang.

Sebelumnya, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum menyebutkan, jika alat berat tak bisa didatangkan ke lokasi kejadian akibat akses jalan sempit, terpaksa batu besar akibat longsor itu dipahat secara manual.

"Terpaksa kita akan memecahkan batu itu dengan cara dipahat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, proses evakuasi terhambat karena alat berat untuk memindahkan material longsor berupa bebatuan tidak bisa mencapai lokasi. Tercatat lima korban tewas akibat tertimbun longsor di Curug Cipalasari tersebut. Empat jenazah telah ditemukan dan satu lagi masih tertimbun longsor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau