Mogok Jualan, Pedagang Tuntut Daging Impor

Kompas.com - 26/11/2012, 23:07 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Seluruh pedagang daging sapi Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, serentak mogok jualan selama tiga hari ke depan. Mereka meminta kepada pemerintah untuk memasok daging impor lagi, karena selama ini pasokan daging sapi lokal ke Tasikmalaya sangat minim.

"Biasanya kan seharinya ke Pasar Cikurubuk dipasok bisa sampai 60 ekor sapi kepada para pedagang. Sekarang hanya ada 15 ekor saja. Harga pun otomatis naik dan pembeli berkurang. Ini sudah keterlaluan, jadi kami semua sepakat untuk mogok dagang selama tiga hari ke depan," jelas Ketua Asosiasi Pedagang Daging Sapi Pasar Cikurubuk Trisna, Senin (26/11/2012).

Dikatakan Trisna, aksi mogok dagang dimulai hari ini. Semua pedagang di pasar ini sepakat semua tak berdagang. Aksi ini merupakan protes para pedagang akibat distribusi sapi berkurang setelah dihentikannya pasokan sapi impor, Sehingga harga daging sapi mengalami kenaikan.

"Di Pasar Cikurubuk harganya mencapai Rp 75 sampai 80 ribu per kilogramnya," ujar dia.

Akibat mogok pedagang daging sapi ini, deretan kios daging sapi pun tutup, dan tak ada satu pun yang buka. Bahkan, di beberapa kios ditempel tulisan protes mahalnya daging sapi. Para pedagang menilai kondisi ini hanya akan merugikan mereka. Selain itu, terlihat beberapa calon pembeli daging sapi kembali lagi setelah menghampiri dan mengetahui semua kios daging sapi di pasar itu tutup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau