Mendagri Berharap Bentrokan di Kutai Barat Tak Meluas

Kompas.com - 27/11/2012, 00:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi berharap bentrok yang terjadi di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, tidak meluas ke daerah lainnya. Gamawan meminta kepala daerah setempat dapat mencegah hal tersebut.

"Kami sudah mengingatkan semua potensi-potensi seperti itu. Dulu, di Kaltim juga kan, tetapi cepat diatasi sehingga tidak sempat meluas. Saya berharap langkah yang dulu itu dapat dilakukan lagi oleh gubernur sekarang," terang Gamawan yang ditemui di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2012).

Menurutnya, wilayah bentrok saat ini harus diisolasi dari pihak luar yang tidak berkepentingan. Hal ini untuk menghindari upaya provokasi pihak luar yang akan memperkeruh suasana.

"Artinya diisolasi sehingga tidak ada yang lain masuk ke dalam wilayah itu. Semua daerah juga membantu, terutama daerah-daerah tetangga untuk mengamankan wilayah itu," terangnya.

Informasi yang dihimpun sebelumnya menyebutkan, kericuhan dipicu hal sederhana, yakni pemukulan terhadap seorang warga ketika hendak membeli bensin di salah satu agen penjual minyak solar, Jumat (23/11/2012) lalu.

Karena yang dipukul merasa tidak bersalah, persoalan berlanjut. Teman-teman korban tidak terima. Begitu kejadian, jajaran polres sudah cepat mengantisipasi karena sempat ada konsentrasi massa sehingga ada kesepakatan damai.

Situasi di Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, hingga kini dalam kondisi aman dan kondusif pascakericuhan yang sempat terjadi Sabtu (24/11/2012) malam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau