JAKARTA, KOMPAS.com - Pemaparan dan penjelasan terkait megaproyek transportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB masih berlangsung alot. Hingga dua jam lamanya, pertemuan yang bersifat terbuka itu belum mendapat titik terang terkait nasib MRT itu.
Pantauan Kompas.com, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo memberikan pemaparan selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, dilanjutkan dengan aspirasi daripada perwakilan warga di kawasan Fatmawati dan sekitarnya.
Waktu yang sangat lowong justru dipergunakan oleh warga Fatmawati untuk menyampaikan aspirasinya di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur. Salah satu warga Fatmawati menyampaikan keberatan jika MRT dibangun.
Suasana memanas ketika Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang transportasi Sutanto Suhodo mengeluarkan tanggapan bernada sinis atas beberapa pertanyaan yang diungkapkan sejumlah warga dari Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun, warga Fatmawati mampu membuat Sutanto terdiam.
Rapat pun dilanjutkan dengan menggali aspirasi dari sejumlah pemerhati, dan pemangku kebijakan dalam megaproyek ini. Saat warga banyak menyampaikan aspirasinya, dari awal hingga akhir, sejumlah pihak MRT hanya menunduk dan diam saja memperhatikan.
Sementara itu, Jokowi dan Basuki juga hanya menyimak saja diskusi tersebut. Jokowi sesekali mengangguk, tetapi tetap tanpa kata-kata. Sedangkan Basuki sesekali berbisik dengan Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua.
Hadir juga dalam rapat adalah Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo, Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, dan sejumlah pemerhati transportasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang