Pemaparan MRT Alot, Jokowi Diam Menyimak

Kompas.com - 28/11/2012, 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemaparan dan penjelasan terkait megaproyek transportasi massal berbasis rel atau Mass Rapid Transit (MRT) yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB masih berlangsung alot. Hingga dua jam lamanya, pertemuan yang bersifat terbuka itu belum mendapat titik terang terkait nasib MRT itu.

Pantauan Kompas.com, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo memberikan pemaparan selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu, dilanjutkan dengan aspirasi daripada perwakilan warga di kawasan Fatmawati dan sekitarnya.

Waktu yang sangat lowong justru dipergunakan oleh warga Fatmawati untuk menyampaikan aspirasinya di hadapan Gubernur dan Wakil Gubernur. Salah satu warga Fatmawati menyampaikan keberatan jika MRT dibangun.

Suasana memanas ketika Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang transportasi Sutanto Suhodo mengeluarkan tanggapan bernada sinis atas beberapa pertanyaan yang diungkapkan sejumlah warga dari Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun, warga Fatmawati mampu membuat Sutanto terdiam.

Rapat pun dilanjutkan dengan menggali aspirasi dari sejumlah pemerhati, dan pemangku kebijakan dalam megaproyek ini. Saat warga banyak menyampaikan aspirasinya, dari awal hingga akhir, sejumlah pihak MRT hanya menunduk dan diam saja memperhatikan.

Sementara itu, Jokowi dan Basuki juga hanya menyimak saja diskusi tersebut. Jokowi sesekali mengangguk, tetapi tetap tanpa kata-kata. Sedangkan Basuki sesekali berbisik dengan Wakil Ketua DPRD DKI Inggard Joshua.

Hadir juga dalam rapat adalah Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo, Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono, dan sejumlah pemerhati transportasi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau