Jakarta, Kompas -
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto, di Jakarta, Minggu (2/12), mengemukakan, investasi di sektor kelautan dan perikanan hingga kini masih tertinggal. Kondisi ini kontras jika dikaitkan dengan riset McKinsey bahwa perikanan merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi pada tahun 2030.
Pada triwulan II (April-Juni) tahun 2012, realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) untuk sektor perikanan sebesar Rp 14 miliar atau hanya 0,1 persen dari total PMDN, dan 0,4 persen dari total investasi dalam negeri sektor primer.
Adapun investasi sektor perikanan berupa penanaman modal asing (PMA) sebesar 19 juta dollar AS atau 0,3 persen dari total PMA atau sebesar 1,2 persen dari total PMA di sektor primer.
”Kegiatan investasi sektor perikanan belum menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang penting,” ujar Yugi.
Sejumlah kendala yang menghambat investasi sektor kelautan dan perikanan antara lain perbankan masih alergi dalam mengucurkan permodalan, usaha perikanan masih dianggap berisiko tinggi. Kendala lain adalah infrastruktur perikanan yang minim, seperti kekurangan air, gudang pendingin ikan, dan sambungan listrik.
Selain itu, pencurian ikan yang masih dibiarkan marak telah menurunkan gairah investasi. Pencurian ikan telah menimbulkan kerugian besar terhadap negara dan menurunkan daya dukung sumber daya ikan.
”Pemerintah perlu mendorong iklim investasi yang kondusif berupa kemudahan perizinan, ketersediaan infrastruktur, dan jaminan keamanan,” ujarnya.
Hari Senin ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar Pameran Investasi Perikanan Tangkap dan Budidaya 2012 di Jakarta. Pameran itu ditargetkan mendorong investasi baru di sektor usaha kelautan dan perikanan skala menengah, yakni dengan nilai investasi di bawah Rp 10 miliar.
Menurut Yugi, Indonesia merupakan negara yang menarik bagi investasi dibandingkan dengan sembilan negara anggota ASEAN lainnya. Hal ini ditunjang oleh inflasi yang relatif terkendali, dan nilai rupiah yang relatif stabil.
Daya pikat investasi itu perlu dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan penanaman modal di bidang perikanan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menargetkan investasi sebesar Rp 23,67 triliun pada tahun 2012 yang tersebar pada usaha perikanan budidaya senilai Rp 21,67 triliun, dan usaha pengolahan serta pemasaran hasil perikanan senilai Rp 2 triliun.
Sampai dengan triwulan III tahun 2012, realisasi investasi usaha perikanan budidaya senilai Rp 15,82 triliun, sedangkan usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan Rp 1,4 triliun.
Target investasi akan ditingkatkan menjadi sebesar Rp 24,29 triliun pada tahun 2013, meliputi usaha perikanan budidaya Rp 21,79 triliun dan usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan Rp 2,5 triliun.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengemukakan, saat ini pemerintah terus membuka diri kepada para investor dari domestik dan luar negeri agar lebih memfokuskan dananya pada usaha di bidang kelautan dan perikanan.