Soal Bupati Garut, Dicky Chandra Minta Maaf

Kompas.com - 03/12/2012, 13:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Bupati Garut Dicky Chandra (38) menyayangkan kejadian yang menimpa Bupati Garut Aceng Fikri. Menurut Dicky, masalah menjadi semakin rumit ketika Aceng berkomentar lewat media massa.

"Saya sudah coba menghubungi banyak pihak untuk mengingatkan Pak Bupati (Aceng Fikri) agar tidak terlalu banyak bicara di media," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/12/2012).

Bagi Dicky, masalah Aceng bisa diselesaikan dengan cara yang lebih baik tanpa banyak berkomentar di media massa. Ia sendiri telah mencoba menghubungi Mendagri dan Gubernur Jabar untuk memanggil Bupati dengan tujuan duduk bersama dan mencari solusi dari masalah tersebut.

"Saya menekan Mendagri dan Gubernur Jabar agar tidak seperti sekarang. Sayangnya, Bupati justru muncul di TV tadi malam," ujar Dicky.

Namun, ia juga membantah bahwa dirinya bermain dan memanfaatkan isu tersebut. Justru Dicky meminta maaf kepada warga Garut atas kasus yang menimpa orang nomor 1 di Garut.

"Saya justru menangis semalam dan saya meminta maaf kepada masyarakat Garut atas hal ini," ujarnya.

Nama Aceng HM Fikri mendadak menjadi buah bibir setelah kasus pernikahan siri kilatnya dengan Fany Octora (18) terungkap. Usia pernikahan Bupati Aceng dengan Fani hanya berlangsung selama empat hari. Fikri menceraikan Fani lewat pesan singkat alias SMS.

***

Baca juga

Soal Nikah Siri, Bupati Garut Yakin Tak Bersalah

Fani Mau Dinikahi Bupati Garut karena Ingin Kuliah

Tetangga "Sembunyikan" Keberadaan Fani

Keluarga Fani Hanya Ingin Bupati Garut Minta Maaf

Gubernur Jabar Akan Marah-marahi Bupati Garut

Bupati Garut Dituding Lecehkan Wanita, Keluarga Kecewa

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau