Keluarga Fani Akan Mengadu ke Komnas PA

Kompas.com - 03/12/2012, 20:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga Fani Oktora, remaja 18 tahun yang dicerai oleh Bupati Garut Aceng HM Fikri, setelah empat hari menikah, rencananya akan mengadu ke Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (4/12/2012) besok.

Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA, membenarkan rencana kedatangan keluarga remaja yang dinikahi secara siri oleh sang bupati.

"Rencananya begitu, keluarga pihak korban mau datang ke Komnas jam 10.00 WIB pagi," ujar Arist saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/12/2012).

Namun, Arist mengaku belum mengetahui perihal maksud dan tujuan kedatangan keluarga Fani, apakah untuk meminta bantuan hukum atau pemulihan psikologis. Arist berencana untuk mendengar informasi terlebih dahulu dari keluarga Fani sebelum melakukan upaya hukum.

"Saya juga belum tahu. Tapi yang penting diterima saja dulu apa yang mereka inginkan, baik bantuan hukum maupun terkait psikologisnya," lanjut Arist.

Fani Oktora menjadi sorotan setelah kabar perceraiannya dengan Bupati Garut, Aceng HM Fikri, pada Juli 2012 lalu, mencuat ke publik, bukan hanya karena kisah perceraiannya yang hanya berumur empat hari, melainkan juga kisah di balik perceraian tersebut.

Aceng Fikri menceraikan Fani dengan alasan sudah tidak perawan lagi. Ironisnya, Aceng langsung menceraikannya dengan talak tiga hanya melalui pesan singkat (SMS).

Sebelumnya, Fani mengaku rela menikah dengan orang nomor satu di Garut tersebut karena ingin melanjutkan kuliah di jurusan kebidanan. Warga Kampung Cukang Galeuh, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, itu pun baru lulus dari salah satu SMA di Sukabumi pada 2012.

Senin siang, Fani beserta kuasa hukumnya telah melaporkan perbuatan mantan suaminya ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas tuduhan melakukan kekerasan dalam rumah tangga disertai unsur penipuan di dalamnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau