Mahfud Sarankan Tim Gabungan Seleksi Hakim Konstitusi

Kompas.com - 05/12/2012, 03:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD akan segera mengakhiri masa tugasnya pada 1 April 2013. Mahfud pun enggan mencalonkan lagi menjadi hakim konstitusi.

Untuk mempersiapkan penggantinya, Mahfud meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk membentuk tim gabungan dan menyeleksi hakim konstitusi. Tim gabungan ini mencakup unsur DPR, pemerintah, hingga Mahkamah Agung (MA) yang berwenang melakukan fit and proper test kepada para calon hakim konstitusi.

"Menurut saya, DPR tidak dalam kapasitas yang cukup untuk menguji hakim MK. Bentuk saja satu tim, seperti dari pemerintah, meski pada akhirnya DPR yang menentukan," kata Mahfud MD dalam rapat dengan Komisi III DPR, Selasa (4/12/2012).

Mahfud mengatakan, pembuatan tim gabungan itu diharapkan bisa membuat seleksi hakim konstitusi menjadi lebih obyektif. Selain itu, unsur pemerintah dan MA juga diharapkan bisa memberikan saran terkait seleksi hakim konstitusi yang mumpuni.

Menurut Mahfud, hal itu perlu dilakukan mengingat latar belakang para anggota Dewan yang beragam, mulai dari ekonomi, politik, hingga hukum. Kemampuan penguasaan bidang konstitusi yang dimiliki para anggota Dewan juga berbeda-beda. "Sehingga, harus ada ukuran yang beda. Itu pandangan saya, sebelum saya meninggalkan MK," kata Mahfud.

Mahfud melihat hakim-hakim konstitusi di MK memiliki integritas yang patut diacungi jempol. Ia pun merasa bangga atas bersihnya hakim-hakim konstitusi dari perbuatan kongkalikong. Mahfud menjelaskan, hakim-hakim konstitusi saat ini bisa dipercaya menggantikan dirinya sebagai Ketua MK.

"MK juga terlalu lekat citranya dengan saya, ini tidak baik juga. Jadi, saya mau MK bisa bergerak sendiri. Hakim-hakim yang ada sekarang bersih-bersih, saya merasa senang di MK dan bangga pernah bekerja di sana. Saya berhenti dalam kondisi yang senang," kata Mahfud.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau