JAKARTA, KOMPAS.com - Timotius Ap, terpidana yang juga residivis sejumlah kasus kriminal di Manokwari, Papua Barat tewas ditembak saat upaya penangkapannya oleh polisi. Timotius terpaksa ditembak karena mencoba melarikan diri melawan aparat.
Kepala Bidang Humas Polda Papua I Gede Sumerta Jaya mengungkapkan, dari tangan Tmotius, polisi menyita sebuah senjata api rakitan beserta amunisi kaliber 5,56 mm. "Dari tangan terpidana saat dilumpuhkan, petugas berhasil menyita satu pucuk senjata api rakitan dan 3 amunisi," terangnya saat dihubungi, Rabu (5/12/2012).
Senjata api rakitan tersebut digunakan Timotius untuk menembaki petugas yang saat itu berusaha menangkapnya. Polisi pun membalas dan mengenai pinggang Timo pada penangkapan yang terjadi Selasa (4/5/2012). Timo kemudian dilarikan ke RS AL Manokwari, namun nyawanya tak tertolong.
"Setelah (Timo) roboh, petugas memeriksa keadaannya dan langsung melarikannya ke RS AL guna mendapatkan pertolongan dan perawatan intensif, namun sekira pukul 18.00, DPO terpidana dinyatakan tidak tertolong jiwanya oleh petugas medis yang menanganinya," terang I Gede Sumerta.
Timotius Ap merupakan residivis sejumlah kasus kriminal di Manokwari, ibu kota Papua Barat. Ia ditembak di kawasan Pantai Maripi karena melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Ia sempat mengeluarkan senjata api yang kemudian diketahui merupakan senjata rakitan.
Untuk diketahui, pasca tewasnya Timo, massa membakar dua pos polisi di Manokrawi yakni Pos Polisi Pasar Sanggeng dan Pos Polisi Amban, Rabu (5/12/2012). Aktivitas masyarakat di Manokrawi sempat lumpuh akibat sejumlah ruas jalan diblokade warga. Pusat perbelanjaan ditutup, bahkan para pelajar dipulangkan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Namun, saat ini menurut I Gede situasi Manokwari, Papua berangsur normal. "Saat ini situasi Kota Manokwari berangsur pulih berkat campur tangan tokoh adat dan tokoh agama yang ada di sana," terangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang