Polisi Sita Senjata Api serta Amunisi dari Tangan Timotius
Timotius Ap, terpidana yang juga residivis sejumlah kasus kriminal di Manokwari, Papua Barat tewas ditembak saat upaya penangkapannya oleh polisi.
Kembali ke artikel...
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Video pilihan
Lihat Semua
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

Terkini Lainnya

Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Tiba di Gedung Merah Putih
Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Tiba di Gedung Merah Putih
Nasional
Tantang Menteri Ara, Ketum GRIB Hercules: Buktikan Lahan Ini Milik Negara!
Tantang Menteri Ara, Ketum GRIB Hercules: Buktikan Lahan Ini Milik Negara!
Megapolitan
Perjalanan Liliek Prisbawono, dari PN Jakpus ke Mahkamah Konstitusi
Perjalanan Liliek Prisbawono, dari PN Jakpus ke Mahkamah Konstitusi
Nasional
Antrean Haji, 'War Ticket' dan Jebakan Keuangan Haji
Antrean Haji, "War Ticket" dan Jebakan Keuangan Haji
Nasional
Gudang Barang Bekas di Margaasih Bandung Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api
Gudang Barang Bekas di Margaasih Bandung Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api
Bandung
Dedi Mulyadi Jawab Tantangan Wagub Kalbar: Tak Pernah Niat Bandingkan Pembangunan
Dedi Mulyadi Jawab Tantangan Wagub Kalbar: Tak Pernah Niat Bandingkan Pembangunan
Bandung
Siap Dukung Prabowo dalam Pilpres 2029, Cak Imin: PKB Harus Realistis
Siap Dukung Prabowo dalam Pilpres 2029, Cak Imin: PKB Harus Realistis
Nasional
Jakarta Ingin Jadi Kota Global, tapi Jalanannya Masih Dikuasai Preman
Jakarta Ingin Jadi Kota Global, tapi Jalanannya Masih Dikuasai Preman
Megapolitan
Daftar 10 OTT KPK Sepanjang 2026, Bupati Tulungagung Jadi yang Terbaru
Daftar 10 OTT KPK Sepanjang 2026, Bupati Tulungagung Jadi yang Terbaru
Regional
Sabtu Pagi, 15 Pejabat Pemkab Tulungagung Dibawa Pakai Bus Keluar Mapolres Usai Diperiksa KPK
Sabtu Pagi, 15 Pejabat Pemkab Tulungagung Dibawa Pakai Bus Keluar Mapolres Usai Diperiksa KPK
Surabaya
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Susul 5 Kepala Daerah yang Di-OTT KPK Sepanjang 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Susul 5 Kepala Daerah yang Di-OTT KPK Sepanjang 2026
Nasional
Ombudsman Jateng Buka Suara soal Siswa SMK di Kudus Diduga Diintimidasi Usai Tolak MBG
Ombudsman Jateng Buka Suara soal Siswa SMK di Kudus Diduga Diintimidasi Usai Tolak MBG
Regional
BMKG Rilis Peringatan Dini di Aceh, Bener Meriah Rawan Cuaca Ekstrem
BMKG Rilis Peringatan Dini di Aceh, Bener Meriah Rawan Cuaca Ekstrem
Regional
Warga Mau “Pinjam” Dedi Mulyadi agar Jalan Diperbaiki, Wagub Kalbar: Silakan Saja, tapi...
Warga Mau “Pinjam” Dedi Mulyadi agar Jalan Diperbaiki, Wagub Kalbar: Silakan Saja, tapi...
Regional
Defisit APBN Membesar, Saatnya Prabowo Menata Ulang Program Prioritas
Defisit APBN Membesar, Saatnya Prabowo Menata Ulang Program Prioritas
Nasional
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Pin Komentarmu 🎉
Ingin komentarmu tampil teratas? Kirimkan Apresiasi Spesial dan komentarmu berpeluang jadi sorotan.
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau