Demi Berita Kate Middleton, Penyiar Radio "Tipu" Rumah Sakit

Kompas.com - 06/12/2012, 14:58 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Rumah Sakit King Edward VII London, yang merawat Kate Middleton yang sedang mengandung, mengaku telah 'dikerjai' sebuah stasiun radio di Australia yang menanyakan detil kondisi Kate Middleton.

Kabar kehamilan Kate Middleton yang bergelar Duchess of Cambridge itu menjadi berita internasional. Setiap kabar baru terkait kondisi Kate sangat dinanti. Para wartawan juga melaporkan mimik wajah Pangeran William saat datang dan meninggalkan rumah sakit.

Nah, dua orang presenter radio 2Day FM Australia berhasil menelepon pihak rumah sakit dan meminta keterangan detil soal kondisi Kate Middleton. Untuk mengelabui rumah sakit, para penyiar radio ini mengaku sebagai Ratu Elizabeth dan Pangeran Charles

Meski sebenarnya para penyiar radio ini tak cukup meyakinan berperan sebagai ratu dan pangeran Inggris itu, namun staf rumah sakit yang menerima telepon dari kedua penyiar radio Australia itu disambungkan ke bangsal di mana Kate dirawat.

"Dia (Kate) sedang tidur saat ini dan semalam tak banyak yang terjadi," kata seorang perawat yang terdengar sangat gugup saat menjelaskan kondisi pasien istimewa itu.

"Tidur sangat bagus untuknya. Dia diberi infus untuk mencegah dehidrasi karena saat masuk ke rumah sakit dia agak kekurangan cairan. Namun, kondisinya stabil saat ini," tambah si perawat kepada dua penyiar radio yang menelepon pada Selasa (4/12/2012) pagi.

Perawat itu bahkan mengatakan "Ratu" dan "Pangeran Charles" bisa datang menjenguk pada pukul 09.00 setelah kondisi Kate lebih segar.

"Selama jam tugas saya, dia tak lagi muntah-muntah. Namun, dia sering terbangun dari tidur. Saya kira semua orang mengalami sulit tidur di tempat tidur asing," papar sang perawat.

Setelah berhasil 'mengerjai' rumah sakit, radio itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Kamis (6/12/2012) dan mengatakan tak ada niat jahat saat menelepon ke rumah sakit.

"Kami meminta maaf untuk ketidaknyamanan akibat telepon kami ke rumah sakit yang merawat Kate. Kami doakan yang terbaik untuk Kate dan keluarganya. Kami ikut senang mendengar Kate baik-baik saja," kata juru bicara 2Day FM.

Meski meminta maaf, radio itu memajang kisah 'penipuan' itu di halam depan situs mereka.

Sementara itu, kedua penyiar Mel Greig dan Michael Christian mengatakan mereka juga terkejut ketika telepon mereka langsung disambungkan ke bangsal perawatan Kate Middleton.

"Kami kira mereka akan menutup telepon begitu mereka mendengar aksen Australia kami. Kami mohon maaf jika kami menyebabkan masalah," kata keduanya.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit King Edward VII menyesalkan keisengan pihak radio.

"Kami menyayangkan telepon pura-pura itu. Kami sangat menjaga privasi pasien kami dan kini kami akan evaluasi prosedur panggilan telepon kami," kata Direktur Eksekutir RS King Edward VII, John Lofthouse.

Sedangkan pihak Istana Buckingham dan kantor Pangeran Charles memutuskan tidak akan menanggapi masalah ini.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau