Perawat Kate Middleton, Ditemukan Tewas

Kompas.com - 08/12/2012, 09:31 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Seorang perawat Rumah Sakit King Edward VII, London, tempat Kate Middleton dirawat, yang menerima telepon dari dua penyiar radio Australia meninggal dunia, Jumat (7/12/2012) pagi waktu setempat. Diduga perawat bernama Jacintha Saldanha (46) itu bunuh diri.

Sebelumnya, dua penyiar radio asal Australia menelepon rumah sakit dan mengaku sebagai Ratu Elizabeth II dan Pangeran Charles yang ingin mengetahui kondisi terbaru Kate Middleton yang tengah dirawat karena hamil muda.

Jacintha sudah bekerja di rumah sakit itu selama empat tahun. Dia ditemukan meninggal dunia di sebuah alamat dekat Rumah Sakit King Edward VII. Manajemen rumah sakit memastikan Jacintha memang perawat yang menjadi korban telepon palsu dari dua penyiar radio Australia.

Sky News melaporkan Jacintha berasal dari Bristol dan memiliki seorang putra dan seorang putri. Akibat telepon palsu itu, pihak rumah sakit sebenarnya tidak memberikan sanksi apapun bagi Jacintha.

Di Australia, pemilik radio 2Day FM mengatakan kedua penyiar. Mel Grig dan Michael Christian yang melakukan telepon palsu itu sangat terkejut dengan tragedi itu. Manajemen radio memutuskan untuk melarang keduanya melakukan siaran hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu dari pihak Pangeran William dan Kate Middleton menyampaikan rasa duka mereka yang mendalam atas meninggalknya Jacintha.

"Duke dan Duchess of Cambridge menyampaikan rasa duka dan doa untuk keluarga, kerabat dan teman-teman Jacintha di masa yang menyedihkan ini," demikian pernyataan resmi dari Istana St James.

"Istana tidak melakukan keluhan apapun kepada pihak rumah sakit atas insiden telepon itu. Sebaliknya, kami mengucapkan terima kasih dan dukungan kepara para perawat yang melayani Duchess dan seluruh staf rumah sakit," tambah juru bicara Istana St James.

Ucapan duka cita juga disampaikan manajemen Rumah Sakit King Edward VII.

"Jacintha sudah bekerja di RS King Edward VII lebih dari empat tahun. Dia adalah perawat yang luar biasa dan sangat populer di antara rekan-rekannya," demikian RS King Edward VII.

"Kami bisa memastikan bahwa Jacintha adalah korban telepon palsu ke rumah sakit. Pihak rumah sakit sangat mendukung Jacintha di masa-masa sulitnya."

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau