Serap Aspirasi Rakyat, Jokowi : "Sudah Puas Belum?"

Kompas.com - 08/12/2012, 18:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berbincang dengan masyarakat di Halte Transjakarta Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Sabtu (8/12/2012) pagi. Dalam acara yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi nasional itu, pria yang akrab disapa Jokowi membuka dialog dengan pertanyaan, "Sudah puas belum?"

Pertanyaan "sudah puas belum" yang diucapkan Jokowi tersebut bukan sembarang pertanyaan. Pria yang telah manjadi gubernur DKI dua bulan lebih itu hendak menyerap aspirasi rakyatnya langsung terkait sistem transportasi di Ibu Kota. Berbagai keluh kesah pun diungkapkan warga.

Budi, warga yang pertama kali mendapatkan kesempatan mengeluarkan uneg-unegnya mengatakan, dia adalah salah satu pengguna Transjakarta. Namun, ketidakpuasan seringkali mengiringi perjalanan dengan moda transportasi yang dibuat pada era Sutiyoso tersebut.

"Saya mohon ditingkatkan atau diperbanyak busnya. Seperti tangga yang mau ke mobil itu terlalu tinggi untuk saya yang berumur 73 tahun," ujar Budi.

"Kami memang masih kekurangan 1.200 bus. Kekurangan busnya akan terpenuhi. Nanti kami akan bicarakan soal pintu," jawab Jokowi.

Masih berkaitan dengan penambahan jumlah bus Transjakarta, Syahrul, seorang warga lainnya menyorot masalah, apakah mungkin Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) mampu memenuhi kebutuhan armada bus Transjakarta jika jadi ditambah.

"Kami perlu bertemu dengan Pertamina dan PT Gas Negara. Ini merupakan kesatuan sebuah kebijakan sehingga saling mengisi. Saya yakin nanti bisa diselesaikan," jawab Jokowi.

Yogar, warga lainnya menyoroti hal berbeda. Ia mengungkapkan fasilitas di Halte Transjakarta demikian memprihatinkan. Salah satu contohnya adalah toilet halte yang sering rusak atau AC (air conditioner) yang tidak menyala sempurna sehingga membuat penumpang tak nyaman.

"Ini masalah pemeliharaan saja. Ini yang mau kami ubah, pemperbaiki manajemennya. Masukan yang baik itu," jawab Jokowi.

Dalam wawancara terpisah dengan wartawan, Jokowi mengatakan, transportasi di Jakarta perlu perombakan serta pembaruan. Aspek yang paling disasar oleh Mantan Wali Kota Solo tersebut adalah sisi manajemen.

"Fisiknya, pengelolaan terminalnya, arus busnya, arus penumpangnya, sehingga semuanya merasa terlayani," ujar Jokowi.

Berita terkait, baca : 100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau