Jokowi Ingin Transjakarta dan Angkot Tak Saling 'Bunuh'

Kompas.com - 08/12/2012, 20:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, menggelar dialog dengan masyarakat di Halte Transjakarta, Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Pria yang akrab disapa Jokowi itu hendak menyerap aspirasi warga terkait sistem transportasi di Ibu Kota.

Dalam dialog yang disiarkan langsung oleh salah satu media masa televisi nasional pada Jumat (8/12/2012) pagi itu, mantan Wali Kota Solo tersebut ditanya oleh salah seorang sopir angkutan umum terkait keberadaan trayek Transjakarta yang mengurangi jumlah penumpang angkutan umum.

"Bagaimana mengatur agar busway tidak mengurangi penumpang angkot?" tanya sang sopir.

"Nanti kan semuanya terkoneksi jadi tidak saling 'bunuh'. Akan dikelola dengan manajemen yang baik," jawab Jokowi santai.

Meski demikian, Jokowi tidak menjelaskan lebih lanjut, bagaimana sistem yang akan dilaksanakan pemerintahannya agar keberadaan Transjakarta tak bersinggungan dengan penurunan jumlah penumpang angkutan umum. Jokowi hanya memastikan pihaknya akan melakukan penataan.

"Semua ditata jangan sampai ada yang dirugikan. Hanya masyarakat juga harus mau diatur. Karena semua ada aturannya," ujar Jokowi.

Pemilihan lokasi dialog di Halte Bus Transjakarta sepertinya memiliki maksud tertentu. Jokowi ingin menyerap aspirasi masyarakat terkait penerapan sistem transportasi di DKI Jakarta. Pria yang memenangi Pilgub DKI 2012 dengan mengalahkan pasangan incumbent tersebut menegaskan, akan melakukan perombakan dan pembaruan terminal di Jakarta. Perombakan tersebut akan dilakukannya pada beberapa aspek, mulai dari manajemen hingga fisik.

Baca juga :

- Bus Ukuran Sedang Terintegrasi Transjakarta

- Koridor I Dapat Tambahan 23 Bus Transjakarta

 

 

- Jokowi Janji Tambah Stasiun BBG untuk Bus Transjakarta

 

Berita terkait, baca : 100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau