Korea utara

Korut Perpanjang Jadwal Peluncuran Roket

Kompas.com - 10/12/2012, 15:38 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Pemerintah Korea Utara, Senin (10/12/2012) menyatakan memperpanjang masa peluncuran roket jarak jauhnya selama sepekan karena masalah teknis.

Sehari setelah mengevaluasi jadwal awal yaitu antara 10-22 Desember, Komite Teknologi Angkasa Korea memutuskan jadwal peluncuran diperpanjang hingga 29 Desember 2012.

Dalam pernyataan resmi yang dikabarkan kantor berita Korea Utara KCNA, komite mengatakan para ilmuwan dan teknisi tengah bekerja keras mempersiapkan misi peluncuran roket ini.

"Para ilmuwan menemukan masalah teknis di modul kontrol tingkat pertama dan memutuskan untuk memperpanjang periode rencana peluncuran," kata komite.

Perpanjangan masa peluncuran ini nampaknya untuk mengimbangi pemberitaan di Korea Selatan yang berdasarkan pengamatan satelit terbaru Kerea Utara tengah mengganti bagian-bagian yang rusak dari roket Unha-3 itu.

Sementara itu, media Korea Selatan Chosun Ilbo melaporkan sekelompok pakar misil Iran berada di Korea Utara untuk menawarkan bantuan teknis dalam uji coba peluncuran misil jarak jauh Korea Utara yang banyak dikecam dunia internasional.

Para ahli Iran ini diundang Pyongyang setelah kegagalan peluncuran roket pada April lalu. Demikian harian Chosun Ilbo mengutip pernyataan seorang pejabat Korea Selatan.

"Sebuah mobil terlihat di lokasi peluncuran dan terlihat bergerak bolak-balik dari sebuah fasilitas akomodasi di dekat lokasi peluncuran. Diyakini mobil itu membawa para pakar Iran," demikian Chosun Ilbo mengutip seorang pejabat Korsel yang tak ingin disebut namanya.

"Tampaknya hubungan antara Korea Utara dan Iran dalam urusan pengembangan misil sudah terjalin sejak 1980-an kini lebih ekstensif dari sebelumnya," tambah pejabat itu.

Awal bulan ini, kantor berita Jepang Kyodo mengutip sumber diplomat Barat mengungkapkan, Iran menempatkan staf pertahanan di Korea Utara sejak Oktober lalu. Penempatan staf pertahanan ini untuk mempererat kerja sama pengembangan misil dan nuklir kedua negara.

Baik Korea Utara maupun Iran keduanya kini terkena sanksi atas aktivitas pengembangan nuklir dan kedua negara sama-sama menganggap Amerika Serikat sebagai musuh besar mereka.

Sebuah kawat diplomatik AS yang bocor pada 2010 meyakini Iran menerima bagian-bagian misil balistik dari Korea Utara. Laporan sanksi PBB 2011 menduga kedua negara saling berbagi teknologi misil balistik.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau