Rekor Supernatural

Kompas.com - 11/12/2012, 02:57 WIB

MADRID, SENIN - Rekor 40 tahun itu akhirnya pecah di kaki Lionel Messi dan bisa bertambah. Ia mencetak dua gol kemenangan Barcelona, 2-1, atas Real Betis pada Liga Spanyol di Stadion Benito Villamarin, Minggu (9/12). Dua gol itu membawanya melewati rekor gol satu tahun Gerd Mueller, 1972.

Dengan dua gol tersebut, Messi membukukan 86 gol, melewati rekor Mueller yang mencetak 85 gol dalam setahun kalender pada 1972. Ia juga mengambil rekor Cesar Rodriguez, yang bermain pada era 1940-an dan 1950-an, sebagai top scorer Barcelona di liga dengan catatan 192 gol.

Rekor gol dalam setahun kalender yang ditorehkan Messi itu masih mungkin semakin tajam. Sebelum pergantian tahun, ia memiliki kesempatan tampil pada dua laga Liga Spanyol dan satu laga Piala Raja. Jika pada tiga laga itu ia menambah koleksi gol, diperkirakan bakal butuh puluhan tahun yang lebih lama untuk mematahkan rekor Messi.

”Kita beruntung karena kita akan selalu bisa mengatakan, kita hidup pada tahun yang luar biasa di mana Messi mencetak 86 gol,” tulis Josep Maria Casanovas, kolumnis sepak bola koran olahraga, Sport, Senin (10/12).

”Leo supernatural,” ujar Gerard Pique, bek rekan satu klub Messi di Barcelona. ”Kemampuannya tidak ada batasnya. Kami akan selalu mengingat apa yang dia berikan kepada kami. Kami harus menikmati menit demi menit bersamanya,” ujar Pique.

Messi, meski dengan nada bercanda, masih ingin menambah gol sebelum akhir tahun. ”Saya akan berusaha mencetak satu atau dua gol lagi sehingga sulit bagi pemain mana pun untuk mengejar saya,” katanya.

Harapan itu sama dengan yang diucapkan Mueller melalui juru bicaranya. ”Saya berharap, ia akan mencetak satu atau dua gol lagi dalam laga-laga tersisa pada 2012 dan rekornya akan bertahan untuk 40 tahun ke depan,” kata Mueller, yang dijuluki dengan sebutan ”Der Bomber” itu.

”Rekor yang brutal”

Messi butuh 66 laga untuk memecahkan rekor Mueller yang melahap 60 laga untuk Bayern Muenchen dan timnas Jerman pada 1972 untuk membukukan 85 gol dalam setahun kalender. Pelatih Barcelona Tito Vilanova menyebut rekor Messi itu sebagai ”hal yang benar-benar brutal”.

”Kita tak akan melihat pemain lain seperti (Messi). Bukan hanya karena kehebatannya mencetak gol, melainkan juga kemampuannya memberi umpan, tampil bertahan, dan pemahamannya pada laga. Dia bintang dunia yang membantu kami dalam banyak hal,” tutur Vilanova.

Saat tampil menghadapi Betis, Messi tidak butuh waktu lama untuk mencetak gol ke-85, menyamai rekor Mueller. Ia berlari menembus pertahanan Betis dengan gerakan diagonal sebelum menceploskan gol dengan tendangan kaki kiri.

Sembilan menit kemudian, ia mencetak sejarah rekor baru dari posisi yang hampir sama, hasil kerja sama manis dengan Adriano dan Andres Iniesta. Messi mengaku tidak terlalu terobsesi dengan rekor itu.

”Seperti yang sering saya katakan, hal yang indah mampu memecahkan rekor. Namun, kemenangan bagi tim itu yang penting dan selisih nilai di puncak klasemen,” katanya. ”Target saya adalah merebut gelar juara bersama tim di Liga Spanyol, Piala (Raja) Spanyol, atau Liga Champions, itu jauh lebih penting daripada rekor-rekor pribadi saya.”

Kemenangan atas Betis membuat Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen dengan nilai 43, unggul enam poin di atas Atletico Madrid dan 11 poin di atas rival abadi, Real Madrid. Atletico melibas Deportivo La Coruna, 6-0, di mana lima golnya diborong Radamel Falcao.

Kemungkinan rekor lain

Selain rekor Mueller itu, masih ada rekor lain yang bisa dipecahkan Messi, yakni rekor sebagai Pemain Terbaik Dunia untuk keempat kalinya. Messi masuk tiga kandidat Pemain Terbaik Dunia 2012, yang akan diumumkan FIFA di Swiss, 7 Januari 2013. Dua calon lain, rekannya satu klub, Iniesta, dan bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

Jika kembali terpilih, Messi bakal melewati rekor Michel Platini, legenda Belanda, Johan Cruyff dan Marco van Basten, yang juga tiga kali memperoleh penghargaan tersebut.

Satu hal yang terus jadi perdebatan terkait fenomena Messi adalah soal status pemain terbaik sepanjang masa. Perdebatan ini berakhir andai Messi meraih sukses yang pernah ditorehkan Pele dan Diego Maradona, yakni gelar juara dunia.

Kesempatan itu ada pada Piala Dunia Brasil 2014, di mana dia masih akan berusia 26 tahun. ”Saya masih punya impian, yaitu jadi juara dunia dan mengangkat trofi Copa America bersama tim nasional,” ujar Messi, yang berstatus ayah satu anak itu. ”Dan saya tahu, saya akan mewujudkan mimpi itu. Saya yakin, saya bisa.” (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau