Kurikulum 2013

Mungkin Kemendikbud Bisa Belajar dari India...

Kompas.com - 13/12/2012, 19:13 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Banyak contoh baik mengenai sistem pendidikan yang ideal yang sebenarnya bisa diadopsi oleh pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satunya, dari India.

Negara yang diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi teratas di Asia ini juga memiliki jumlah penduduk yang besar. Namun, pemerintahnya tetap mengutamakan kualitas pendidikan bagi rakyat. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bangka Belitung (Babel), Sarpin, berharap, pemerintah bisa mencontoh sistem pendidikan di India.

"Selain kualitas yang bagus, pendidikan di India juga lebih murah, misalnya saja untuk buku pelajaran, mereka menggunakan bahan yang tidak terlalu bagus sehingga harganya murah, tidak seperti buku  kita yang terlalu mahal," kata Sarpin di Pangkalpinang, Selasa.

Selain mengutamakan kualitas, Sarpin mengatakan sistem kurikulum pendidikan di India tidak berubah-ubah. Dengan demikian, para siswa baru dapat menggunakan buku-buku dari kakak-kakak kelas mereka. Gonta-ganti kurikulum hanya akan menjadikan siswa sebagai kelinci percobaan.
 
Sebagai perbandingan, dia mencontohkan, bahwa negara-negara yang jarang mengganti kurikulumnya memiliki pendidikan yang lebih maju, seperti halnya India.

"Jadi, pemerintah jangan menjadikan siswa sekolah sebagai kelinci percobaan dengan gonta-ganti kurikulum, kalau terus-terusan diganti kapan kita akan maju," tuturnya.

Bukan gonta-ganti

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bangka Belitung, Ahmad Rivai, membantah bahwa pemerintah sengaja mengganti-ganti kurikulum. Menurutnya, pemerintah melakukan evaluasi dan mengganti bagian-bagian yang memang tidak relevan saja.

"Tapi kita melakukan evaluasi. Setiap sepuluh tahun sekali kurikulum selalu dievaluasi untuk melihat mana yang masih relevan dan tidak," kata Rivai.

Rivai menambahkan, pemerintah selalu melakukan pemantauan setiap lima tahun terkait pelajaran yang perlu dipertahankan, ditambahkan atau ditarik dari sistem pendidikan.

"Seperti saat ini, kurikulum baru yang akan diujipublikkan di Babel sekitar tanggal 20-an nanti merupakan bagian dari evaluasi," tandasnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau