Satu Korban Banjir Solok Ditemukan Sudah Tewas

Kompas.com - 15/12/2012, 11:20 WIB

PADANG ARO, KOMPAS.com - Satu dari dua korban hilang korban banjir di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, ditemukan warga sudah meninggal Sabtu pagi (15/12/2012).    

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan Hamudis di Padang Aro, Sabtu, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi telungkup di Sikapuak, Sapan Salak, Pinti Kayu, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.   

Lokasi ditemukannya jenazah korban sekitar enam jam jalan kaki dari lokasi hilangnya korban. Korban tersebut ditemukan oleh warga saat hendak  pergi ke kebun.    

"Kita belum bisa memastikan identitasnya dan jam berapa ditemukan. Namun menurut informasi, korban sudah tidak bernyawa dengan posisi telungkup," ujarnya.    

Dia menambahkan, korban akan langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk memastikan identitasnya.    

Bencana banjir yang melanda dua kecamatan, Koto Parik Gadang Diateh dan Sungai Pagu, menelan dua korban hilang, Sinis (35) dan Dasinan (70). Mereka diketahui hilang oleh keluarga dan warga setempat pada Jumat pagi (14/12/2012).    

Banjir pada Kamis (13/12/2012) malam sekitar pukul 22.00 WIB terjadi di Sungai Pangkur Nagari Pakan Rabaa, Koto Parik Gadang Diateh, dan Kampung Tarandam, Nagari Pasa Muaralabuh, Kecamatan Sungai Pagu.

Di Pakan Rabaa dan Pinti Kayu, banjir disertai lumpur, bebatuan, dan kayu gelondongan merusak 175 rumah rusak, jembatan putus, serta menimbun jalan dengan lumpur yang tingginya semata kaki sepanjang lebih dari satu kilometer.

Rumah yang rusak tersebut 100 di antaranya rusak ringan dan 75 rusak berat. Selain itu, tiga rumah terendam lumpur hingga dua meter dan sekitar tiga rumah lainnya terendam lumpur mencapai satu meter.    

Banjir di Sungai Pangkur Pakan Rabaa juga merusak fasilitas umum seperti robohnya pagar SDN 09 di Sungai Pangkur, MTsN Sungai Pangkur yang digenangi air dan lumpur, serta SMAN 5 Solok Selatan tergang  air.    

Data sementara BPBD Solok Selatan mencatat  banjir tersebut menimbulkan kerugian lebih dari Rp 600 juta. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau