Amankan Pilgub, Polda Jabar Siagakan 29.000 Personel

Kompas.com - 17/12/2012, 15:13 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Brigjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya menjamin keamanan dan kelancaran selama berlangsungnya proses pemilihan gubernur dan wakil gubenur (Pilgub) Jabar 2013, dari pembukaan hingga mencapai puncak pada 24 Februari 2013 mendatang akan berjalan dengan lancar.

"Saya pastikan perjalanan Pilgub 2013 aman, kondusif dan lancar. Pengaman tidak ada masalah," ujar Anis kepada wartawan usai menghadiri rapat pleno terbuka penetapan pasangan cagub - cawagub 2013 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, di aula Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Bandung, Jawa Barat, Senin, (17/12/2012).

Anis menyatakan, pihaknya mempersiapkan 29.000 personel untuk pengamanan Pilgub Jabar 2013. Jumlah tersebut disiagakan dari Polda Jabar, Polrestabes Bandung, polsek-polsek di Bandung serta satuan di 26 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Anis menambahkan, 29.000 personil tersebut akan dipecah untuk ditugaskan menjaga 7.000 tempat pemungutan suara (TPS) di 26 kabupaten/kota di Jabar. "Kita akan siagakan untuk terciptanya keamanan, ketertiban serta menghindari kericuhan saat berjalannya Pilgub," ungkap Anis.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar (Kombes) Polisi Abdul Rachman Baso didampingi Kasatreskrim AKBP Wijonarko, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Senin (12/11/2012), lalu, menyatakan bahwa untuk pengaman Pilgub, polisi juga dibantu oleh aparat dari TNI dan Linmas.

Pengamanan ketat dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat berjalannya Pilgub Jabar. Terlebih lagi, kata dia, pada saat masa kampanye dan pemungutan suara di TPS, ketika proses perhitungan. Hal tersebut akan menjadi fokus aparat kepolisian dan TNI dan beberapa petugas keamanan terkait.

Saat ini, polisi tengah melakukan koordinasi dengan para petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar. Selain itu, berbagai strategi untuk pengamanan dan pencegahan tindakan anarkistis saat berjalannya pilgub.

"Kita telah menyiapkan pasukan dan berkoordinasi dengan matang, hal itu untuk mencegah percekcokan, keributan, kekerasan, dan berbagai macam tindakan anarkistis dan kriminal lainnya saat pilgub berlangsung," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau