Piala Liga awalnya bukan prioritas Chelsea, sebagaimana klub- klub besar lainnya. Namun, dengan terlucutinya satu demi satu peluang juara mereka—mulai tersingkirnya dari Liga Champions, gagal juara di Piala Dunia Antarklub, dan terpaut jauhnya selisih nilai dengan penguasa klasemen Manchester United di Liga Inggris—trofi ajang itu menjadi penting bagi ”The Blues”.
”Saya pernah mengatakan sebelumnya, ada lima trofi yang bisa direbut, tetapi kini tinggal empat,” ujar Rafael Benitez, Pelatih Chelsea, Selasa (18/12), merujuk ke Liga Europa, Piala FA, Liga Inggris, dan Piala Liga.
”Kami pulang, melawan Leeds di Piala Liga dan kemudian Aston Villa pada akhir pekan sehingga kami harus kuat mental. Kami harus siap menghadapi tantangan berikutnya,” kata Benitez.
Dari segi kasta kompetisi, Leeds tampil di Championship, satu level di bawah Liga Primer tempat Chelsea berlaga. Namun, mendengar Leeds, adrenalin pemain senior Chelsea meningkat.
Hal itu terkait rivalitas klasik yang mengiringi persaingan kedua klub itu di panggung sepak bola Inggris. Rivalitas sengit antara Chelsea dan Leeds sudah meledak tahun 1970-an.
Duel terkenal dan masih terus terkenang di antara mereka adalah pada 1970 saat Chelsea juara Piala FA lewat kemenangan brutal pada laga final ulangan di Old Trafford. Saat itu, keduanya seri 2-2 di final pertama di Wembley. Di final ulangan, Chelsea tertinggal 0-1, lalu menyamakan 1-1 pada menit ke-78, dan menang 2-1 pada perpanjangan waktu.
Momentum itu dianggap pemisah budaya antara Inggris utara dan Inggris selatan. ”Ada rivalitas, kami sadar itu, dan kami harus tampil di lapangan dengan gairah dan meladeni permainan fisik mereka,” kata Frank Lampard, gelandang Chelsea.
Terakhir, kedua tim bertemu pada laga terakhir Liga Inggris musim 2003-2004. Saat itu Chelsea menang 1-0 di Stamford Bridge. Leeds terdegradasi hingga masuk administrasi akibat terlilit masalah keuangan. Semifinalis Liga Champions 2001 itu memulai dari awal, tampil di level ketiga liga sepak bola Inggris sebelum tampil di Championship pada 2007.
Di luar rivalitas Chelsea-Leeds, juga ada dendam pribadi Neil Warnock (Pelatih Leeds) dan Benitez. Ini terkait terdegradasinya Sheffield United saat dilatih Warnock dari Liga Primer 2007 setelah pada laga terakhir Liverpool-nya Benitez turun dengan tim kedua dan secara mengejutkan dipukul Fulham. Fulham selamat, Sheffield degradasi.
Warnock tak akan pernah melupakan peristiwa itu. Kedua pelatih itu sudah saling kontak lagi, tetapi kata Warnock, jalinan kontak itu berupa e-mail pengacara Benitez yang mengancam menuntut jika Warnock terus mengungkit kasus musim 2007 itu.
Chelsea hanya punya waktu 48 jam sebelum melawat ke Elland Road, sehabis terbang berkeliling hampir separuh bumi, pulang dari tampil di Piala Dunia Antarklub, Jepang. Benitez harus melakukan beberapa perubahan dengan absennya John Obi Mikel, Ramires, dan Gary Cahill (skors). Hal itu kesempatan Paulo Ferreira, Ryan Bertrand, Marko Marin, dan Daniel Sturridge tampil.
Mereka harus waspada. Elland Road telah memakan korban tim-tim Liga Primer, seperti Everton dan Southampton. Pemenang duel Leeds versus Chelsea bakal menyusul tiga semifinalis, yaitu Swansea City, Aston Villa, dan Bradford (klub League Two).