Infrastruktur Memadai, Taman BMW Strategis sebagai Stadion

Kompas.com - 20/12/2012, 05:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Taman BMW di Sunter, Jakarta Utara, dipilih sebagai lokasi pembangunan stadion internasional. Lokasi tersebut dinilai strategis karena sudah didukung infrastruktur transportasi yang memadai.

"Di sana sudah ada jalur kereta api dan dekat dengan akses tol. Dari sisi transportasi, lokasi itu sudah cukup ideal untuk menjadi akses bagi puluhan ribu penonton," terang Tiyok Prasetyoadi, Managing Director PT Pandega Desain Weharima, saat ditemui Kompas.com di kantornya, Plaza 3 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2012) siang.

Ia menjelaskan, lokasi tersebut dipilih oleh Dinas Pemuda dan Olahraga DKI. Di atas lahan Pemprov seluas 66 hektar itu, akan dibangun stadion bertaraf internasional dengan kapasitas 50 ribu penonton. Tiyok bersama timnya adalah pemenang sayembara desain stadion yang diadakan pada tahun 2009. Model atap sorban betawi berpadu logo Olimpiade yang dihadirkan Tiyok cs terpilih sebagai pemenang. Ia mengatakan, stadion sepak bola di kota besar akrab kemacetan, terutama sebelum dan setelah pertandingan. Hal ini terjadi lantaran kebanyakan penonton datang dengan kendaraan pribadi, sementara akses jalan yang dimiliki terbatas.

"Dari perbandingan dengan stadion-stadion di luar negeri yang pernah kami kunjungi, misalnya Allianz Arena (Munich, Jerman), Wembley di London, Bernabeu milik Real Madrid, dan Camp Nou di Barcelona, semuanya memiliki beberapa alternatif transportasi, terutama akses jalan tol dan kereta," kata Tiyok.

Kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Gelora Bung Karno, Senayan, ataupun di sekitar Stadion Lebak Bulus, disebabkan terbatasnya akses transportasi yang hanya mengandalkan jalan raya. Pilihan pada taman BMW dinilai tepat karena berdekatan dengan ruas jalan tol dan jalur kereta api.

"Pemprov berjanji akan bekerja sama dengan PT KAI untuk memanfaatkan ruas tersebut. Saat ini, belum ada stasiun di lokasi itu, tetapi kita harapkan nantinya akan dibuka," kata Tiyok.

Demikian pula akses tol yang ada saat ini perlu penyesuaian. Beberapa pintu tol akan diupayakan dibuka di sekitar lokasi tersebut. Pembukaan kedua akses tersebut diharapkan bisa menambah infrastruktur pendukung lalu lintas dari/ke arah stadion. Dalam desainnya, permukaan lapangan akan berada satu level di atas permukaan tanah. Bagian dasar justru akan dijadikan lokasi parkiran dan beberapa fasilitas penunjang lainnya.

"Lokasi parkiran itu bisa menampung 5.000 mobil dan 1.000 motor. Lokasi parkiran lain juga kita sediakan pada beberapa sisi stadion," papar Tiyok. Proyek ini, menurut Tiyok, telah dianggarkan dalam anggaran DKI tahun 2013. Stadion ditargetkan selesai dibangun pada 2015. Dana yang akan dialokasikan untuk proyek tersebut mencapai Rp 1,05 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau