Pelaku Rampas Senjata Polisi di Poso

Kompas.com - 20/12/2012, 16:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 10 sampai 15 anggota Brimob yang sedang melakukan patroli diserang puluhan kelompok bersenjata di daerah Tambarana, Desa Kalora, Poso Pesisir, Sulawesi Tengah, Kamis (20/12/2012). Dalam peristiwa baku tembak tersebut, pelaku juga berusaha merampas senjata polisi. Satu senjata SS1 berhasil dibawa pelaku

“Penyelidikan di lapangan, pelaku melarikan diri dan sempat merampas senjata anggota. Satu senjata SS1 dicuri,” terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

Akibat serangan itu, tiga anggota Brimob tewas yakni, Briptu Ruslan ditembak di bagian kepala, dan Briptu Wayan Putu dan Briptu Winarto, ditembak di bagian dada. Selain itu, dua anggota, yakni Briptu Eko dan Briptu Siswandi menderita luka berat akibat tembakan di bagian perut dan leher. Satu anggota lainnya, Briptu Lungguh, menderita luka ringan. Saat ini, ketiganya masih dirawat di Rumah Sakit Parigi.

Pelaku penyerangan diduga berjumlah sekitar 10 orang. Satu pelaku berhasil ditangkap dalam keadaan hidup yang diduga kelompok teroris di Poso.

“Upaya pengejaran terhadap pelaku masih dilakukan. Aktivitas di lapangan masih berjalan, “ lanjut Boy.

Tiga anggota kepolisian itu pun menambah daftar polisi yang tewas di Poso. Sebelumnya yakni Briptu Andi dan Brigadir Suherman  ditemukan tewas di kawasan Tamanjeka, Gunung Biru, Poso, Oktober 2012 lalu. Mereka ditemukan tewas di lokasi yang tak jauh dari tempat pelatihan jaringan teroris Poso.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau