Tanpa Pengamanan, Ibadah Natal GKI Yasmin Aman

Kompas.com - 24/12/2012, 22:15 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Sekitar 60 jemaat Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin di Bogor Barat, mengikuti ibadah malam Natal di salah satu rumah jemaat di Taman Yasmin, Senin (24/12/2012) malam. Ibadah berlangsung aman dan penuh suasana haru, kendati tidak terlihat pengamanan petugas berseragam hingga menjelang akhir ibadah.

Ibadah dimulai lebih kurang pukul 20.00, dengan dipimpin Alexander Paulus. Dalam pesan Natalnya, Alexander meminta agar umat tetap sabar kendati belum bisa beribadah di gereja mereka yang disegel Pemerintah Kota Bogor. Sementara di sekitar bangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin di Jalan Abdullah Bin Nuh, beberapa mobil patroli kepolisian, serta petugas berseragam berjaga. Namun, umat GKI Taman Yasmin tidak beribadah di sana.

Bona Sigalingging, juru bicara GKI Taman Yasmin mengatakan, pihaknya merahasiakan lokasi ibadah demi alasan keselamatan jemaat yang menghadiri ibadah Natal GKI Taman Yasmin. Wali Kota Bogor Diani Budiarto dalam beberapa kesempatan mengaku tidak melanggar hukum dan merasa langkahnya didukung oleh Kantor Menko Polhukam.

Dia menyampaikan pihaknya sudah menjalankan putusan Mahkamah Agung dengan mencabut pembekuan surat izin mendirikan bangunan GKI Yasmin, tetapi kemudian mencabut IMB GKI Yasmin dengan alasan untuk menjaga ketertiban umum.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau