Dikdik: Hari Raya Apapun, yang Penting Spiritnya

Kompas.com - 25/12/2012, 17:49 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com -- Calon Gubernur Jawa Barat dari jalur independen, Dikdik Mulyana Arif Mansyur berkunjung ke gereja Katedral Bandung, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Selasa, (25/12/2012).

Kedatangan Dikdik untuk menyampaikan apresiasi pada acara silaturahmi antarumat beragama yang mengangkat tema "Hidup Rukun dan Damai". Menanggapi Hari Raya Natal, Dikdik menyatakan, hari besar apapun, yang penting spiritnya, yang berarti setiap hari besar harus membawa kasih umat untuk mempertebal keimanan kepada Tuhan.

"Bukan untuk umat kristiani saja, untuk seluruh umat. Jadi setiap hari besar agama apapun harus menjadi perintis dan pencerah untuk membangkitkan dan bersama-sama berbagi kasih kepada sesama. Hal itu sebagaimana dalam konsep hidup dan ajaran Islam yang berpegang teguh pada hablu minannas (hubungan dengan manusia) dan hablu minallah (hubungan dengan Allah)," jelasnya.

Dikdik merupakan mantan Kapolda Sumatera Selatan yang berpangkat Irjen Polisi. Dikdik pensiun dini dari jabatannya sebagai Kapolda untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) Jabar 2013-2018 yang akan dilangsungkan pada 24 Februari 2013 mendatang. Ia berpasangan dengan calon Wakil Gubernur Cecep Nana Suyana Toyib. Dalam pengundian nomor urut yang berlangsung di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung pada Selasa (18/12/2012) pekan lalu, pasangan Dikdik-Toyib mendapat nomor urut 1.

Ia berharap dengan nomor itu, bisa mendapatkan segalanya yang pertama. "Kita syukuri, mudah-mudahan segalanya menjadi yang nomor satu. Nomor satu itu kan paling duluan secara intelek, mudah-mudahan segalanya duluan," kata Dikdik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau