Ini Konsep "Car Free Night" ala Jokowi

Kompas.com - 26/12/2012, 06:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tampaknya ada yang berbeda dengan suasana di jalan protokol Ibu Kota pada malam pergantian tahun nanti. Untuk pertama kalinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Joko Widodo akan memberlakukan bebas kendaraan di malam hari atau car free night pada 31 Desember 2012 mulai pukul 21.00 WIB hingga 02.00 WIB pagi.

Sebelumnya, konsep car free night ini juga pernah dilaksanakan saat pergantian tahun di Solo saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, kemeriahan malam pergantian tahun tersebut tidak akan terganggu oleh arus transportasi. Dishub DKI bersama Polda Metro Jaya pun sudah merumuskan alternatif-alternatif lalu lintas pada saat berlangsungnya acara tersebut.

"Jadi, sudah rapat di Polda, penutupan jalannya mutlak dari jam 21.00 sampai jam 02.00 pagi pada 31 Desember," kata Pristono, di Jakarta, Selasa (25/12/2012).

Pristono mengatakan, sebelum jalur dari Bundaran Senayan hingga Jalan Medan Merdeka Barat ditutup pada pukul 21.00 WIB, masyarakat masih dapat melalui jalur pada siang atau sore hari. Namun, sejak sore, Dishub DKI bersama pihak Polda Metro Jaya akan mulai melakukan penyaringan mobil-mobil yang tidak perlu melewati jalur tersebut.

"Pengunjung atau tamu-tamu gedung dan hotel yang berada di sepanjang jalur tersebut masih boleh melewati jalur tersebut. Karena pada pukul 7 sampai 9 malam, ada acara gala dinner di sana," katanya.

Sebanyak 15 panggung yang tersebar, mulai dari air mancur patung kuda bunderan Indosat hingga Universitas Atmajaya. Seluruh panggung acara akan dimeriahkan dengan aneka macam hiburan dari para seniman dan atraksi hiburan lainnya. Acara puncaknya akan ada pesta kembang api di Bundaran HI. Para pejabat Pemprov DKI pun, kata dia, akan mengikuti car free night tersebut.

"Jadi, acaranya itu dari pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) sore itu ke Ancol dan tempat lain, nanti jam 21.00 sudah tiba di Balaikota, dan selanjutnya berjalan kaki ke tempat yang dikunjungi," kata Pristono.

Pada pergelaran car free night itu, kata Pristono, tidak akan ada pengalihan arus lalu lintas yang berarti karena masih ada jalur lain yang dapat dilalui. "Ada arus lalu lintas yang tidak perlu diarahkan ke tempat lain karena orang yang masuk kan lewat jalur lambat atau jalan samping. Sahid bisa lewat Jalan Mas Mansyur, Grand Indonesia bisa dari Kebon Kacang, Istiqlal bisa lewat Tugu Tani, dan jalan samping masih banyak. Enggak ada masalah karena tujuannya buat masyarakat," ujarnya.

Untuk alternatif tempat parkir, pihak Polda Metro Jaya telah menyiapkan lahan parkir. Selain itu, juga disediakan lahan parkir di Lapangan Irti Monas dan Parkir Timur Senayan. "Menyewa angkutan umum juga boleh. Nanti ngedrop dan boleh parkir di gedung-gedung di sana, tetapi tetap enggak boleh masuk di tempat orang jalan. Sekarang lebih baik di car free night kan sekalian," kata Pristono.

Berita terkait, baca :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau