Pariwisata Indonesia Bisa Maju Tanpa Wisman

Kompas.com - 27/12/2012, 14:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR Rohmani mengemukakan, pariwisata Indonesia bisa maju tanpa harus bergantung pada wisatawan asing. "Jumlah penduduk Indonesia merupakan potensi pasar yang besar," katanya di Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Hanya saja, kata legislator yang membidangi pariwisata, kebudayaan, pendidikan dan olahraga itu, untuk bisa berkembang, syaratnya pemerintah harus memperbaiki infrastruktur lokasi wisata.

Ia mencontohkan, saat musim liburan tiba, masyarakat berbondong-bondong menuju lokasi wisata, namun sejumlah infrastruktur lokasi wisata belum memadai.

Menurut Rohmani, banyak lokasi wisata yang belum memiliki infrastruktur yang memadai. Persoalan infrastruktur jalan ini seringkali menjadi kendala dalam pengembangan wisata di daerah. "Akibatnya, destinasi wisata yang potensial tidak bisa berkembang cepat," katanya.

Menurut anggota Fraksi PKS itu, bicara infrastruktur sangat luas, mulai jalan menuju lokasi wisata, dan belum lagi soal sarana dan prasarana wisata yang seringkali tidak membuat nyaman pengunjung.

"Kurangnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur ini mengakibatkan potensi wisata Indonesia sulit berkembang," katanya.

Keindahan alam dan budaya Indonesia sangat banyak dan beragam, dan itu keunggulan Indonesia. Namunbkarena tidak didukung infrastruktur yang memadai potensi wisata ini sulit berkembang.

"Di ASEAN, kekayaan wisata Indonesia tidak ada yang bisa mengimbangi. Namun kita kalah jauh dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Soalnya, tidak ada keberpihakan," kata Rohmani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau