"Ngemong" Cucu, Foke Batal Bersua Jokowi

Kompas.com - 27/12/2012, 15:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Terdapat dua tokoh utama yang paling ditunggu-tunggu dalam acara penghargaan yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya. Dalam penghargaan tersebut, diberikan penghargaan sebagai News Maker 2012 kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo serta pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Di dalam undangan tersebut, yang seharusnya hadir adalah Fauzi Bowo. Namun, hanya Nachrowi yang datang. Nachrowi Ramli atau yang akrab disapa Nara menyampaikan permohonan maafnya karena Foke berhalangan hadir dalam penghargaan tersebut.

"Sebelumnya, saya ingin menyampaikan permohonan maaf dari Bang Fauzi atas ketidakhadirannya karena Bang Fauzi bisa dibilang sedang ngemong cucu dan kebetulan ngemong cucunya jauh di Amerika sana," kata Nara di Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta, Kamis (27/12/2012).

Dalam sambutannya, Nara mengatakan bahwa ia bersama Foke sudah legowo atas kemenangan pasangan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama. Hal itu dibuktikan dengan sikap keduanya yang langsung mengarahkan pendukung mereka agar tidak berbuat onar dan mendukung kepemimpinan Jakarta baru.

"Kami dengan Pak Fauzi begitu hitung cepat tidak terpilih mengambil langkah agar pendukung kami calm down agar tidak melakukan tindakan apa-apa lagi. Sekali lagi selamat untuk Pak Jokowi dan Pak Basuki," ujar Nara.

Ketua PWI Jaya Kamsul Hasan mengatakan, penghargaan serupa juga pernah diberikan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tahun 2007, Adang Daradjatun dan Dani Anwar. Pada saat tidak unggul, kata Kamsul, mereka menunjukkan sikap negarawan mereka dengan tidak protes.

"Mereka sama seperti Foke dan Nara. Sore ketika mereka menghitung dan tidak menang, mereka langsung menggelar konferensi pers dan mengucapkan selamat kepada Pak Foke pada waktu itu," kata Kamsul.

Sejak pelantikan Jokowi-Basuki menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Foke belum pernah memberikan komentarnya. Terakhir diketahui, ia menjadi salah satu narasumber The Asia and Europe Meeting (ASEM) di Berlin, Jerman. Setelah itu, Foke jarang muncul menghiasi media. Padahal, kemunculannya di publik sangat ditunggu untuk dapat mengomentari kinerja pemerintahan Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi-Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau