Berinteraksi dengan Cokelat di Chocomory

Kompas.com - 28/12/2012, 17:26 WIB

KOMPAS.com - Cokelat, makanan yang satu ini memiliki banyak penggemar. Tak pandang usia, anak-anak, usia belia, maupun orang dewasa menyukainya.

Melihat tingginya kecintaan masyarakat kepada penganan manis ini, Cimory Group of Companies, kini menambah produksinya dalam menghasilkan produk cokelat berkualitas. Awalnya, perusahaan ini hanya memproduksi susu dan yogurt.

Produk cokelat ini dilabeli dengan nama Chocomory. Menurut Business Development Cimory Group of Companies Axel Sutantio, saat ditemui Kompas.com di Kompleks Cimory Riveside, memiliki makna dalam bahasa Jepang yang berarti hutan cokelat.

Chocomory memiliki konsep Factory-Shop. Toko ini berada di kompleks Cimory Riverside, Jalan Raya Puncak 415 Cisarua, Bogor, berdampingan dengan lokasi penjualan produk Cimory lain.

Di tempat ini tak hanya sekedar menjual produk. Tetapi juga merupakan kafe sehingga pengunjung dapat bersantai dan menikmati segala sajian khas Cimory, termasuk Chocomory.

Selain itu, pengunjung tak hanya dapat berbelanja cokelat, namun juga bisa dapat mempelajari tentang seluk-beluk cokelat. Serta tak ketinggalan belajar membuat cokelat yang enak.

"Yang kita tawarkan adalah experience (pengalaman). Di sini sebuah tempat dimana orang bisa berinteraksi dengan cokelat. Jadi orang yang datang nggak cuma membeli terus membayar tapi juga berinteraksi," kata Axel.

Cokelat yang diproduksi memiliki banyak macam, mulai dari cokelat batangan, chocolate covered atau segala sesuatu yang dilapisi dengan cokelat, praline, dan chocolate snack yang merupakan campuran cokelat dengan bahan yang renyah, seperti kripik jagung.

Ada jenis cokelat yang paling diminati oleh pengunjung Chocomory, bernama Chocolate Covered Almond Crunchies. Almond Crunchies menjadi resep rahasia Chocomory yang terinspirasi dari jenis coklat asal Swedia. Kelezatan kacang almond dan cokelatnya yang renyah telah terbukti membuat ketagihan pengunjung yang datang.

Tak hanya jenis cokelat, kemasan yang menjadi pembungkus cokelat pun memiliki warna yang memiliki arti berbeda-beda. Terdapat tiga jenis warna pembungkus cokelat. Biru yang berarti cokelat tersebut memiliki campuran cookies.

Sedangkan warna jingga yang berarti cokelat tersebut dibuat dari bahan yang renyah atau seperti kata Alex "kriuk-kriuk", serta hijau yang berarti cokelat tersebut merupakan cokelat kreasi sendiri.

Sambil menikmati cokelat di setiap gigitannya, pengunjung yang datang juga dimanjakan dengan pemandangan segar. Kompleks Cimory Riverside ini berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung.

Dari teras kafe terlihat langsung aliran Sungai Ciliwung yang deras serta bebatuan yang besar-besar. Melihat air sungai yang masih jernih, dijamin membuat ingin menceburkan diri disana.

"Kita mau meningkatkan apresisasi masyarakat Indonesia kepada nature (alam) Indonesia. Dengan river walk (jalur tepi sungai) sepanjang 108 meter, bisa menikmati alam. Kan konsep kita 'come to nature' (datang ke alam)," ungkap Alex.

Anak-anak pun tak lupa disajikan pengajaran tentang cokelat. Akan ada kelas tur di setiap harinya. Dengan biaya Rp 150.000 per orang, pengunjung bisa belajar langsung membuat coklat dan mendapat beragam pengalaman tentang cokelat.

"Tapi tidak mesti anak-anak sih, kalau ada orang dewasa yang mau ikut juga bisa, atau oma-oma yang mau ikut terbuka buat siapa saja," jelas Axel.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau