Indeks bursa berjangka S&P 500, yang menjadi patokan, turun dalam lima hari terakhir berturut-turut. Para perdagangan hari Jumat, indeks tersebut turun 8,5 poin dan berada di bawah nilai wajar (fair value). Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga anjlok 67 poin, sementara indeks Nasdaq 100 merosot 12,5 poin.
Tren penurunan tersebut mengikuti gejala sama yang terjadi sehari sebelumnya. Pada hari Kamis, indeks DJIA bahkan sempat anjlok 150 poin sebelum perlahan-lahan pulih dan ditutup lebih rendah 18 poin dari hari sebelumnya.
Selain itu, kepercayaan konsumen di AS juga turun drastis bulan Desember ini sehingga mencapai titik terendah sejak Agustus lalu. Lembaga The Conference Board, yang mengukur indeks kepercayaan konsumen global, melaporkan, Kamis, indeks kepercayaan konsumen AS bulan ini turun menjadi 65,1 dari bulan November sebesar 71,5.
Survei lembaga itu menunjukkan, harapan konsumen di AS terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan mendatang berada pada tingkat terendah sejak 2011. Lynn Franco, direktur indikator ekonomi lembaga tersebut, mengatakan, hal itu menunjukkan para konsumen di AS khawatir dengan kenaikan pajak dan pemotongan anggaran belanja negara secara otomatis yang akan mulai berlaku 1 Januari mendatang.
Kenaikan pajak dan pemotongan anggaran belanja negara itu akan terjadi apabila para anggota legislatif di Washington gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah atau menunda pemberlakuan ketentuan tersebut.
Pierre Ellis, ekonom dari lembaga Decision Economics, menyatakan, anjloknya indeks kepercayaan konsumen bulan ini membuktikan bahwa masyarakat AS tiba-tiba kehilangan harapan dengan adanya kemungkinan kenaikan pajak itu.
Anjloknya kepercayaan konsumen ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak beberapa pekan lalu, saat gairah berbelanja menjelang Natal tidak setinggi biasanya. Laporan MasterCard Advisors Spending Pulse menyebutkan, tingkat pertumbuhan penjualan dalam dua bulan menjelang Natal tahun ini berada pada posisi terendah sejak 2008.
Ketidakpastian yang terjadi di AS mulai berdampak terhadap pasar di Eropa. Indeks bursa saham patokan di Inggris, FTSE 100, melorot 22,13 poin atau 0,4 persen pada tengah hari waktu London. Sementara indeks FTSEurofirst 300 turun 3,39 poin.
Harga minyak mentah juga sempat turun pada hari Kamis, sebelum mulai naik kembali pada perdagangan hari Jumat.
”Jelas sekali semua perhatian mengarah ke Washington, dan berita apa pun yang keluar dari Washington akan menentukan pergerakan pasar hari ini,” tutur Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital, di New York, Jumat.
Sementara itu, Presiden Barack Obama melakukan upaya terakhir untuk menghindari jurang fiskal sebelum batas waktu hari Senin malam. Obama mengundang para pemimpin Kongres untuk bertemu di Gedung Putih, Jumat malam, guna mencari kesepakatan.
Ketua DPR AS John Boehner juga sudah mengontak 241 anggota DPR AS dari Partai Republik untuk kembali ke Washington guna bersidang, Minggu malam. Diharapkan, mereka akan menggelar pemungutan suara untuk meloloskan atau menolak rancangan aturan baru guna menghindari jurang fiskal.
Dalam konferensi jarak jauh, Kamis, beberapa wakil rakyat dari Partai Republik dikabarkan mulai setuju dengan rencana kenaikan pajak bagi lapisan masyarakat AS paling kaya.(AP/AFP/Reuters/DHF)