Kepercayaan Publik Merosot

Kompas.com - 29/12/2012, 03:18 WIB

Washington DC, JUMAT - Beberapa indeks bursa berjangka AS kembali jatuh, Jumat (28/12), seiring dengan makin dekatnya batas waktu terjadinya jurang fiskal di negara itu. Indeks kepercayaan konsumen di AS juga mencapai titik terendah dalam empat bulan terakhir.

Indeks bursa berjangka S&P 500, yang menjadi patokan, turun dalam lima hari terakhir berturut-turut. Para perdagangan hari Jumat, indeks tersebut turun 8,5 poin dan berada di bawah nilai wajar (fair value). Indeks berjangka Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga anjlok 67 poin, sementara indeks Nasdaq 100 merosot 12,5 poin.

Tren penurunan tersebut mengikuti gejala sama yang terjadi sehari sebelumnya. Pada hari Kamis, indeks DJIA bahkan sempat anjlok 150 poin sebelum perlahan-lahan pulih dan ditutup lebih rendah 18 poin dari hari sebelumnya.

Selain itu, kepercayaan konsumen di AS juga turun drastis bulan Desember ini sehingga mencapai titik terendah sejak Agustus lalu. Lembaga The Conference Board, yang mengukur indeks kepercayaan konsumen global, melaporkan, Kamis, indeks kepercayaan konsumen AS bulan ini turun menjadi 65,1 dari bulan November sebesar 71,5.

Survei lembaga itu menunjukkan, harapan konsumen di AS terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan mendatang berada pada tingkat terendah sejak 2011. Lynn Franco, direktur indikator ekonomi lembaga tersebut, mengatakan, hal itu menunjukkan para konsumen di AS khawatir dengan kenaikan pajak dan pemotongan anggaran belanja negara secara otomatis yang akan mulai berlaku 1 Januari mendatang.

Kenaikan pajak dan pemotongan anggaran belanja negara itu akan terjadi apabila para anggota legislatif di Washington gagal mencapai kesepakatan untuk mengubah atau menunda pemberlakuan ketentuan tersebut.

Pierre Ellis, ekonom dari lembaga Decision Economics, menyatakan, anjloknya indeks kepercayaan konsumen bulan ini membuktikan bahwa masyarakat AS tiba-tiba kehilangan harapan dengan adanya kemungkinan kenaikan pajak itu.

Anjloknya kepercayaan konsumen ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak beberapa pekan lalu, saat gairah berbelanja menjelang Natal tidak setinggi biasanya. Laporan MasterCard Advisors Spending Pulse menyebutkan, tingkat pertumbuhan penjualan dalam dua bulan menjelang Natal tahun ini berada pada posisi terendah sejak 2008.

Ketidakpastian yang terjadi di AS mulai berdampak terhadap pasar di Eropa. Indeks bursa saham patokan di Inggris, FTSE 100, melorot 22,13 poin atau 0,4 persen pada tengah hari waktu London. Sementara indeks FTSEurofirst 300 turun 3,39 poin.

Harga minyak mentah juga sempat turun pada hari Kamis, sebelum mulai naik kembali pada perdagangan hari Jumat.

”Jelas sekali semua perhatian mengarah ke Washington, dan berita apa pun yang keluar dari Washington akan menentukan pergerakan pasar hari ini,” tutur Peter Cardillo, kepala ekonom pasar Rockwell Global Capital, di New York, Jumat.

Upaya terakhir

Sementara itu, Presiden Barack Obama melakukan upaya terakhir untuk menghindari jurang fiskal sebelum batas waktu hari Senin malam. Obama mengundang para pemimpin Kongres untuk bertemu di Gedung Putih, Jumat malam, guna mencari kesepakatan.

Ketua DPR AS John Boehner juga sudah mengontak 241 anggota DPR AS dari Partai Republik untuk kembali ke Washington guna bersidang, Minggu malam. Diharapkan, mereka akan menggelar pemungutan suara untuk meloloskan atau menolak rancangan aturan baru guna menghindari jurang fiskal.

Dalam konferensi jarak jauh, Kamis, beberapa wakil rakyat dari Partai Republik dikabarkan mulai setuju dengan rencana kenaikan pajak bagi lapisan masyarakat AS paling kaya.(AP/AFP/Reuters/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau