Mahasiswa UNY Kembangkan Mesin Ketik Huruf Braille

Kompas.com - 31/12/2012, 04:36 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mahasiswa Jurusan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Zaenal Mutaqin mengembangkan mesin ketik huruf braille memanfaatkan printer bekas.

"Mesin ketik itu membantu orang awas membuat huruf braille dengan mudah, tanpa harus menghapal setiap motif huruf. Kelebihan lain adalah harga relatif terjangkau, sekitar Rp 700.000 per unit," kata Zaenal di Yogyakarta, Minggu (30/12/2012).

Menurut dia semua perintah kerja pada mesin ketik itu terdapat pada keyboard. Beberapa tombol utama seperti F9 berfungsi menarik kertas ke bawah dan tombol F10 untuk menarik kertas ke arah sebaliknya.

Tombol F11 dan F12 berfungsi untuk menggeser solenoid ke kiri dan ke kanan untuk mendapatkan posisi yang tepat pada kertas. "Untuk menghentikan perintah dari tombol-tombol tersebut kita dapat menggunakan tombol spasi, sedangkan untuk menurunkan solenoid satu baris kita dapat menggunakan tombol F8," katanya.

Ia mengatakan pada mesin ketik tersebut setiap tombol huruf, angka, dan tanda baca yang ditekan akan menghasilkan ’output" berupa gerakan dua buah motor stepper dan solenoid sehingga akan menghasilkan motif huruf braille yang dimaksud pada kertas.

"Mesin ketik huruf braille elektronik itu berbasis mikrokontroler ATmega16 yang terdiri atas tiga bagian," katanya.

Bagian pertama terdiri atas sebuah keyboard dengan spesifikasi votre sturdy ps2. Keyboard tersebut menghasilkan data serial pada setiap tombol yang ditekan. Bagian kedua adalah sistem minimum. Pada rangkaian itu terdapat sebuah mikrokontroler ATmega16 sebagai pengontrol kerja seluruh bagian mesin ketik.

Bagian ketiga adalah tiga buah output mekanik yang terdapat dua buah motor stepper dan sebuah solenoid, motor stepper pertama berfungsi untuk menarik kertas, sedangkan motor stepper kedua berfungsi menggeser posisi solenoid.

"Pengembangan mesik ketik huruf braille itu di bawah bimbingan dosen Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik UNY Putu Sudira," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau