Pelaku Tabrakan Maut di Jagorawi Anak Hatta Rajasa?

Kompas.com - 01/01/2013, 16:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan maut terjadi di ruas tol Jagorawi pada Selasa (1/1/2013) pagi. Sebuah mobil BMW B 272 HR menabrak mobil Daihatsu Luxio F 1622 CY. Akibatnya dua orang meninggal, yakni Harun (57) dan M Raihan (1,5 tahun). Peristiwa terjadi lantaran pengemudi BMW bernama Rasyid Amrullah menabrak bagian belakang mobil Daihatsu Luxio. Pengemudi itu dikabarkan sudah diamankan aparat kepolisian.

Namun, peristiwa kecelakaan ini masih meninggalkan teka-teki lantaran nama sang pengemudi mirip dengan nama anak bungsu Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Amrullah Rajasa. Tetapi, Belum ada satu pihak pun yang bisa mengkonfirmasikan kabar ini.

Kepala Bagian Humas Jasa Marga Wasta Gunadi mengaku hanya mendapatkan nama "Rasyid Amrullah" dari petugas manajemen lalu lintas Jasa Marga. "Saya tidak tahu kalau belakangnya ada Rajasa. Untuk sementara hanya itu informasi yang saya dapat. Coba ditanyakan ke polisi," ucap Wasta, Selasa siang, saat dihubungi wartawan.

Saat ini, pihak Kepolisian masih belum dapat mengonfirmasi identitas pelaku. Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar M Jazari, mengatakan, pihaknya hanya membantu melakukan evakuasi pada pagi hari tadi. Ia pun mengaku tidak detil mendapatkan informasi pengemudi yang menjadi pelaku tabrakan maut itu.

"Silakan lebih jelasnya tanya ke bagian laka lantas Polda," imbuhnya.

Namun, Kepala Seksi Kecelakaan Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Miyanto dan juga Kepala Subdit Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto yang dihubungi wartawan tidak juga mengangkat telepon atau pun membalas pesan singkat yang dikirim media.

Setali tiga uang, para politisi Partai Amanat Nasional, di antaranya, Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno, dan Ketua DPP PAN bidang Komunikasi Politik Bima Arya Sugiarta, enggan berkomentar lebih jauh.

"(Kami) sedang cek dan ricek," kata Bima.

Pihak keluarga Hatta yang saat dihubungi tengah berlibur ke Bali pun mengaku kaget dengan kabar itu. "Aduh, kita sedang liburan di Bali. Jadi nggak baca berita apa pun," ucap adik kandung Hatta, Vivi.

Saat ditanyakan apakah Rasyid ikut serta dalam rombongan liburan keluarga itu, Vivi mengaku tengah mengalami gangguan sinyal. "Apa? Oh..Halo.. halo.. aduh kok putus-putus yah," ucapnya sambil menutup sambungan telepon.

DUA TEWAS

Diberitakan sebelumnya, dua orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada pukul 05.45. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Selasa siang, mengungkapkan, Daihatsu Luxio F 1622 CY yang dikemudikan Frans Joner Sirait (37) . Luxio ditabrak dari belakang oleh BMW B 272 HR yang dikemudikan M Rasid Amirulloh (22).

Hasil pemeriksaan awal terhadap para saksi dan penelitian di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi akibat pengemudi adalah pengemudi BMW B 272 HR, yang mobilnya melaju dari arah utara ke selatan di lajur 3, mengantuk. Lalu mobilnya menabrak Daihatsu Luxio F 1622 CY dari belakang.

Dua korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Harun, warga Cibodas Sari, Tangerang, dan M Raihan (14 bulan), Mekarjaya, Sukabumi. Tiga orang yang luka-luka dan dibawa ke RS Polri adalah Nung (30) dan Moh Rifan. Seorang lagi dibawa ke RS UKI yakni Supriyati (30).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau