Analisis

Perjudian Wenger dengan Robin van Persie

Kompas.com - 03/01/2013, 03:04 WIB

Sir Alex Ferguson mengatakan, klubnya, Manchester United, sudah setengah jalan menuju tangga untuk menjadi juara ke-20 Liga Primer Inggris. Hingga awal 2013, posisi MU kokoh di puncak klasemen, menggaet 52 angka, berselisih 7 poin dari juara bertahan Manchester City.

Dalam 20 partai yang sudah berlangsung, MU mencetak 50 gol, 14 di antaranya oleh Robin van Persie. Berarti, sejauh ini, 28 persen gol MU dicetak oleh bintang asal Belanda tersebut.

Tidak mengherankan pujian selalu dilayangkan Fergie setiap kali Van Persie tampil cemerlang. Ketika mengalahkan West Brom, 2-0, Sabtu (29/12), Van Persie masuk sebagai pemain cadangan. Namun, dia pula yang lalu menjadi salah satu penentu kemenangan.

Fergie tampaknya berbicara sesuai dengan kenyataan, tetapi juga mungkin menggunakan komentarnya sebagai bagian dari ”perang urat saraf” dengan Pelatih Arsenal Arsene Wenger.

Akankah keputusan menjual Van Persie ke MU jadi ”kesalahan” terbesar dalam karier Wenger sebagai Pelatih Arsenal? Waktu yang akan menjawab. Namun, jika MU juara liga lagi, dan bahkan juara Liga Champions, dengan Van Persie sebagai andalan, keputusan itu akan menghantui karier Wenger.

Bukan tidak mungkin, apabila Arsenal kembali tak meraih trofi apa pun, atau berada di luar empat besar klasemen, masa depan Wenger bisa berakhir.

Ketika melepas Van Persie ke MU, Wenger sebenarnya memang berjudi. Dia tahu, di usia 29 tahun, pemain kidal asal Belanda tersebut berada di puncak permainannya. Namun, di sisi lain, Van Persie ”rentan” cedera.

Selama 8 tahun di Arsenal, tak pernah dalam satu musim, Van Persie tidak cedera, bahkan pernah selama beberapa bulan. Tak heran, dia dijuluki pemain dengan ”pergelangan kaki kaca”.

Dengan usia yang semakin lanjut, Wenger mungkin memperhitungkan bahwa Van Persie tidak akan segemilang Wayne Rooney atau bintang MU lain.

Walau tidak akan pernah diungkapkan, Wenger mungkin juga berhitung bahwa karier Van Persie pasti akan diwarnai dengan cedera di Old Trafford.

Namun, sejauh ini, kenyataan menunjukkan hal sebaliknya. Fakta itu sejalan dengan kajian setengah musim oleh situs resmi Liga Primer. Dari lima analis resmi situs itu, yakni Alan Curbishley, Ian Dowie, John Scales, Don Hutchinson, dan Craig Burley, hanya Curbishley, mantan Pelatih West Ham, satu-satunya analis Liga Primer yang memprediksi Van Persie bakal terganggu cedera.

Selama melatih Arsenal sejak 1994, Wenger pun dianggap sukses dalam menjual pemain ke klub lain setelah mereka mencapai masa puncak dengan Arsenal. Sebut saja Emmanuel Petit, Patrick Vieira, Thierry Henry, Alexander Hleb, Gilberto Silva, Robert Pires, Marc Overmars, Ashley Cole, Mathieu Flamini, Samir Nasri, dan Cesc Fabregas.

Kecuali Nasri, Fabregas, dan Cole, pemain lain yang dijual Wenger sudah mendekati usia pensiun, dan Wenger dipuji karena masih mendapatkan ”untung” secara finansial.

Cole, Nasri, maupun Fabregas sampai sejauh ini tidak memberikan dampak yang ”fenomenal” seperti Van Persie walau mereka pernah merebut gelar bersama klub baru mereka.

Nasri merebut juara liga musim lalu bersama City. Cole malah merebut juara Liga Champions bersama Chelsea.

Namun, faktor Van Persie sebagai penyerang membuatnya lebih banyak diperhatikan. Dan situasi dalam paruh pertama musim kompetisi ini mengubah persepsi sebelumnya.

Ketika MU membeli Van Persie dengan nilai transfer 22 juta poundsterling (Arsenal membeli van Persie 2,5 juta poundsterling dari Feyenoord, 2004), harian Inggris, The Guardian, juga memuji tindakan Wenger sebagai ”langkah bisnis” jitu.

Namun, sekali lagi, jika MU juara liga, dan andai sekaligus juara Liga Champions, akankah para penggemar Arsenal melihat keputusan Wenger sebagai hal yang tepat?

(L Sastra Wijaya Kontributor Kompas di Adelaide, Australia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau