Sir Alex Ferguson mengatakan, klubnya, Manchester United, sudah setengah jalan menuju tangga untuk menjadi juara ke-20 Liga Primer Inggris. Hingga awal 2013, posisi MU kokoh di puncak klasemen, menggaet 52 angka, berselisih 7 poin dari juara bertahan Manchester City.
Dalam 20 partai yang sudah berlangsung, MU mencetak 50 gol, 14 di antaranya oleh Robin van Persie. Berarti, sejauh ini, 28 persen gol MU dicetak oleh bintang asal Belanda tersebut.
Tidak mengherankan pujian selalu dilayangkan Fergie setiap kali Van Persie tampil cemerlang. Ketika mengalahkan West Brom, 2-0, Sabtu (29/12), Van Persie masuk sebagai pemain cadangan. Namun, dia pula yang lalu menjadi salah satu penentu kemenangan.
Fergie tampaknya berbicara sesuai dengan kenyataan, tetapi juga mungkin menggunakan komentarnya sebagai bagian dari ”perang urat saraf” dengan Pelatih Arsenal Arsene Wenger.
Akankah keputusan menjual Van Persie ke MU jadi ”kesalahan” terbesar dalam karier Wenger sebagai Pelatih Arsenal? Waktu yang akan menjawab. Namun, jika MU juara liga lagi, dan bahkan juara Liga Champions, dengan Van Persie sebagai andalan, keputusan itu akan menghantui karier Wenger.
Bukan tidak mungkin, apabila Arsenal kembali tak meraih trofi apa pun, atau berada di luar empat besar klasemen, masa depan Wenger bisa berakhir.
Ketika melepas Van Persie ke MU, Wenger sebenarnya memang berjudi. Dia tahu, di usia 29 tahun, pemain kidal asal Belanda tersebut berada di puncak permainannya. Namun, di sisi lain, Van Persie ”rentan” cedera.
Selama 8 tahun di Arsenal, tak pernah dalam satu musim, Van Persie tidak cedera, bahkan pernah selama beberapa bulan. Tak heran, dia dijuluki pemain dengan ”pergelangan kaki kaca”.
Dengan usia yang semakin lanjut, Wenger mungkin memperhitungkan bahwa Van Persie tidak akan segemilang Wayne Rooney atau bintang MU lain.
Walau tidak akan pernah diungkapkan, Wenger mungkin juga berhitung bahwa karier Van Persie pasti akan diwarnai dengan cedera di Old Trafford.
Namun, sejauh ini, kenyataan menunjukkan hal sebaliknya. Fakta itu sejalan dengan kajian setengah musim oleh situs resmi Liga Primer. Dari lima analis resmi situs itu, yakni Alan Curbishley, Ian Dowie, John Scales, Don Hutchinson, dan Craig Burley, hanya Curbishley, mantan Pelatih West Ham, satu-satunya analis Liga Primer yang memprediksi Van Persie bakal terganggu cedera.
Selama melatih Arsenal sejak 1994, Wenger pun dianggap sukses dalam menjual pemain ke klub lain setelah mereka mencapai masa puncak dengan Arsenal. Sebut saja Emmanuel Petit, Patrick Vieira, Thierry Henry, Alexander Hleb, Gilberto Silva, Robert Pires, Marc Overmars, Ashley Cole, Mathieu Flamini, Samir Nasri, dan Cesc Fabregas.
Kecuali Nasri, Fabregas, dan Cole, pemain lain yang dijual Wenger sudah mendekati usia pensiun, dan Wenger dipuji karena masih mendapatkan ”untung” secara finansial.
Cole, Nasri, maupun Fabregas sampai sejauh ini tidak memberikan dampak yang ”fenomenal” seperti Van Persie walau mereka pernah merebut gelar bersama klub baru mereka.
Nasri merebut juara liga musim lalu bersama City. Cole malah merebut juara Liga Champions bersama Chelsea.
Namun, faktor Van Persie sebagai penyerang membuatnya lebih banyak diperhatikan. Dan situasi dalam paruh pertama musim kompetisi ini mengubah persepsi sebelumnya.
Ketika MU membeli Van Persie dengan nilai transfer 22 juta poundsterling (Arsenal membeli van Persie 2,5 juta poundsterling dari Feyenoord, 2004), harian Inggris, The Guardian, juga memuji tindakan Wenger sebagai ”langkah bisnis” jitu.
Namun, sekali lagi, jika MU juara liga, dan andai sekaligus juara Liga Champions, akankah para penggemar Arsenal melihat keputusan Wenger sebagai hal yang tepat?