Doel Sumbang Hadiahkan Lagu untuk Rieke-Teten

Kompas.com - 03/01/2013, 04:50 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Seniman pop sunda, Doel Sumbang, menghadiahkan lagu berjudul "Dongdang 5" untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat periode 2013-2018, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki.

Lagu itu diluncurkan dan langsung dipersembahkan untuk pasangan Rieke-Teten pada acara "Malam Dongdang" persembahan seniman Jawa Barat untuk Ambu Rieke dan Abah Teten di New Majestic, Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/1/2013) malam.

Lagu itu pun terdengar merdu dinyanyikan oleh Rieke Diah Pitaloka pada malam itu. Tepuk tangan dan sorak sorai riuh dari para penonton yang hadir. Menurutnya, lagu berjudul "Dongdang 5" ini dipersembahkan atas ungkapan Ambu Rieke dan Abah Teten yang sangat mencintai Jawa Barat.

Dongdang itu, kata Doel, memiliki penegasan yang berbunyi "Dongdang : Semangat, Dongdang : Bangun, Dongdang : Berfikir , Dongdang : Bekerja". "Mari kita dongdang semangat, bangun, berfikir, dan bekerja. Bukan berarti kendaraan perang untuk melawan musuh politik atau mengajak masyarakat Jabar untuk memilih. Tapi lagu ini saya sengaja buatkan untuk mengungkapkan rasa cinta Ambu Rieke dan Abah Teten dalam menjadikan Jawa Barat lebih baik," kata Doel kepada wartawan seusai mengisi acara.

Dikatakan Doel, lagu tersebut dibuat selama 2,5 jam dengan pembuatan video selama 2 hari. Doel berharap lagu tersebut populer, terutama di kalangan masyarakat Jabar.

"Kalau lagu itu populer, mungkin akan identik dengan Rieke dan akan mengingat Rieke pada malam hari ini saat lagu pertama kali diluncurkan," katanya.

Sementara itu, Rieke dan Teten sendiri mengaku senang dan mengucapkan banyak terima kasih atas persembahan lagu yang diberikan Doel Sumbang. Rieke mengaku tidak pernah menyangka akan dibuatkan acara semeriah ini.

"Awalnya saya diminta untuk menyanyikan sebuah lagu. Eh, tahu-tahu dibuatkan acara semeriah ini. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kang Doel Sumbang, terutama kepada seniman-seniman pop sunda. Kalau diuangkan saya tidak akan mampu membayar Kang Doel. Sudah tahu sendiri kan saya ini tidak punya modal," ungkapnya dengan nada canda.

Berikut kiriknya:

Dong Dang Dong Dang Geuning geus beurang
Gancang hudang Jawa Barat kudu midang Ambu hayang Jawa Barat subur Ambu hayang Jawa Barat makmur
Ambu hayang Jawa Barat masyhur Ambu hayang Jawa Barat mujur
Dong Dang Dong Dang Geuning geus beurang
Gancang hudang Jawa Barat kudu midang Ambu hayang Jawa Barat cageur Ambu hayang Jawa Barat bageur Ambu hayang Jawa Barat bener Pinter bari teu kabalinger....

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau