Basuki: Anjal dan PSK Jangan Dirazia

Kompas.com - 04/01/2013, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengimbau agar penertiban pengamen, anak jalanan (anjal), dan pekerja seks komersil (PSK) harus dilakukan dengan cara persuasif. Ia menolak menggunakan cara-cara seperti razia atau menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah sosial tersebut.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, banyak dampak buruk yang timbul akibat petugas berwenang melakukan razia pengamen, anak jalanan, dan PSK. Seringkali anak-anak jalanan dan PSK mengalami kecelakaan saat berusaha melarikan diri.

"Saya enggak mau lagi ada operasi-operasi tangkap tangan seperti itu, nanti anak-anak malah pada kecelakaan. Pendekatan saja nanti ketahuan kok, nanti kita fungsikan RT dan RW supaya lebih baik," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Basuki menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 140 miliar khusus untuk penanganan masalah sosial seperti anak jalanan dan PSK. Uang sebanyak itu digelontorkan melalui beberap program, salah satunya dialirkan ke rumah-rumah jompo dan panti asuhan untuk membina gelandangan, pengemis, anak jalanan, termasuk juga PSK.

Di luar itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggalang bantuan dari pihak swasta. Saat ini upaya penertiban sudah mulai dilakukan dengan memonitor dan menghitung jumlah anak jalanan, gelandangan, pengemis, dan PSK.

"Kita sih pengennya selain pedagang kaki lima, mereka (anak jalanan) juga akan kita tata. Diam-diam sudah kita mulai, tapi yang sulit adalah mereka yang datang dari luar," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau