Inggris Siap Hadang Argentina di Falkland

Kompas.com - 06/01/2013, 20:22 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris David Cameron, Minggu (6/1) di London, mengatakan, jika perlu Inggris siap menghadang secara militer demi menjaga gugus Kepulauan Falkland dari ancaman Argentina.

 

Cameron mengatakan, Inggris memiliki "pertahanan yang kuat" di sejumlah tempat di pulau-pulau di kawasan Falkland. Inggris memiliki jet cepat dan tentara yang kuat yang disiagakan di sana.

 

Komentar Cameron itu menanggapi Presiden Argentina, Cristina Kirchner, yang pekan ini mengatakan, negaranya siap melucuti Inggris dari gugus kepulauan Falkland. Sebab, katanya, di sana telah diadakan latihan militer terbuka oleh negara penjajah abad ke-19.

 

Cameron bersikeras dia telah menegaskan dengan "sangat jelas" bahwa Inggris akan membela Falkland dengan kekuatan militer. Ditanya apakah Inggris akan berjuang untuk menjaga pulau-pulau, dia menjawab, "Tentu saja kami akan melakukannya. Kami memiliki pertahanan yang kuat di Falkland."

 

Dalam sebuah wawancara di TV BBC, ia berkata, "Saya mendapatkan laporan berkala menyangkut seluruh persoalan karena saya ingin tahu bahwa pertahanan kita kuat, tekad kami sangat kuat".

 

Menurut Cameron, 3.000 jiwa penduduk Falkland memiliki keinginan yang kuat untuk tetap bergabung dengan Inggris. Mereka juga siap mengekspresikan pandangan mereka, dalam sebuah referendum mengenai status politiknya pada bulan Maret.

 

Argentina menginvasi Falkland pada tahun 1982. Mendorong PM Inggris Margaret Thatcher saat itu, mengirim gugus tugas AL untuk merebut kembali pulau-pulau di Falkland dalam perang yang menewaskan 255 tentara Inggris dan 649 tentara Argentina. (AFP/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau