Wawancara Jokowi, Empat Wartawan Kecopetan

Kompas.com - 07/01/2013, 01:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat wartawan yang sedang meliput agenda "Perayaan Natal Nasional PDI Perjuangan" di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat, Minggu (6/1/2013) malam kecopetan.

Mereka kecopetan saat mewawancarai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menghadiri acara tersebut. Kameramen Trans TV Ari Prabowo dan wartawan Kompas TV Itok kehilangan handphone Blackberry. Kemudian wartawan Warta Kota Leonard Cahyo Putra kehilangan dompetnya.

Sementara wartawan Was Was Eki sempat kehilangan dompetnya yang akhirnya ditemukan sudah terjatuh di lantai. "Saya hilang dompet. Pas cek kantong celana udah enggak ada," terang wartawan Warta Kota Leo di lokasi.

Pelaku yang berinsial AR (17) dan temannya, yang belum diketahui namanya berhasil tertangkap tangan warga dan dibawa ke pos keamanan TIM. "Yang satu enggak ada identitas. Tapi dia mengaku bertetangga," terang Suharto petugas keamanan TIM.

Namun, barang-barang yang hilang tersebut sudah tidak ada di tangan kedua pencopet tersebut. Kedua pencopet tersebut langsung dibawa ke Polsek Menteng untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Udah enggak ada barangnya. Kemungkinan dioper ke yang lain," ujar Ari.

Seperti biasa, ketika Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi itu datang, semua mata tertuju padanya. Tak hanya para pemburu berita yang mengejarnya, tetapi juga warga sekitar langsung mengerubunginya.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh para pencopet. Salah satu target mereka para wartawan yang sedang sibuk dan fokus saat mewawancarai Jokowi.

Berita terkait, baca :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau