Saksi Tabrakan BMW Rasyid Penuhi Panggilan Polisi

Kompas.com - 07/01/2013, 13:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rangga Nugraha, pria yang mengaku sebagai saksi kecelakaan lalu lintas di Tol Jagorawi Km 3+350 antara BMW X5 dan Daihatsu Luxio, Selasa (1/1/2013) silam, akhirnya memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan perihal kecelakaan tersebut. Hari ini, Senin (7/1/2013) pukul 12.00 WIB, pria asal Bogor ini tiba di Subdirektorat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan.

Rangga tiba dua jam lebih lama dibanding permintaan penyidik, yang mengharapkan kedatangan Rangga pada pukul 10.00 WIB. Tiba dengan mengemudikan mobil sedan BMW biru gelap, Rangga segera dirubung oleh para wartawan dan juru gambar yang telah menunggu kehadirannya sejak pagi. Rangga sempat mengalami kesulitan untuk berjalan ke ruang penyidik. "Ya, ketemu tuan rumah dulu-lah," kata pria berkacamata ini, Senin siang.

Dengan dikawal petugas, Rangga segera masuk menuju ruang penyidik di lantai dua kantor Subdit Gakkum untuk memberikan keterangan. Nama Rangga menjadi perhatian publik setelah ia memberikan keterangan di sebuah situs berita perihal kecelakaan yang melibatkan Muhammad Rasyid Amrullah (22), putra Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Keterangan yang diberikan Rangga berbeda dari keterangan yang diberikan oleh polisi kepada media massa.

Rangga menyebutkan bahwa pada kecelakaan naas tersebut, ia tak melihat Daihatsu Luxio di sekitar lokasi kejadian. Ia pun mengklaim sempat bercakap-cakap dengan Rasyid serta mengantar seorang korban luka ke rumah sakit.

Rangga memenuhi panggilan polisi setelah ia dihubungi polisi sebanyak dua kali. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan bahwa saat dihubungi via telepon, Rangga menyatakan akan mencari waktu untuk datang memberikan keterangan. Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ajun Komisaris Besar Sudarmanto mengatakan bahwa saat penyidik datang membawa surat pemanggilan ke rumah Rangga di Megamendung, rumah tersebut digembok.

Baca berita terkait di topik Insiden BMW Maut di Jagorawi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau