Jokowi Kaget Lihat Kondisi Terminal Pulo Gebang

Kompas.com - 07/01/2013, 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau keadaan Terminal Bus Antarkota dan Antarprovinsi (AKAP) Pulo Gebang, Jakarta Timur. Kondisi terminal yang mulai beroperasi pada Juni lalu itu cukup membuat pria yang akrab disapa Jokowi itu terkejut.

Pintu depan dari terminal yang digadang-gadang akan menjadi terminal terbesar se-Asia Tenggara itu dipenuhi genangan air hujan. Bahkan, lantai paling atas pun juga tergenang air hujan. Kebetulan, saat Jokowi melakukan sidak terminal, lokasi terminal dalam keadaan gerimis.

Kedatangan Jokowi ini disambut oleh Kepala Pembinaan Penggunaan Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Tiodor Sianturi. Keduanya pun tampak terlibat percakapan serius.

Tiodor mengatakan, terdapat beberapa permasalahan di Terminal Pulo Gebang, saat ini. "Ada problem di tanah (pembebasan tanah) yang masih ada sisa sekitar 1,4 hektar di tahun 2013 dan juga masalah air yang tergenang," kata Tiodor di Terminal Pulo Gebang, Senin (7/1/2013).

Sementara itu, Jokowi mengatakan bahwa kelemahan terbesar dalam pembangunan Terminal Pulo Gebang adalah kurangnya manajemen kontrol lapangan.

"Seharusnya pekerjaan-pekerjaan seperti ini, kalau terencana, ya seharusnya enggak ada lagi karena memang kelemahan kita itu di manajemen kontrol lapangan," katanya.

Jokowi pun segera memberi perintah kepada pihak terkait untuk dapat memperbaiki hal-hal yang masih menjadi kekurangan di Terminal Pulo Gebang.

"Mungkin drainasenya perlu dilebari. Mungkin kemiringannya yang perlu diperbaiki lagi. Oleh sebab itu, itulah yang namanya manajemen kontrol lapangan yang diperlukan. Kalau saya enggak ke sini, enggak tahu. Kalau enggak tahu ya berarti saya enggak bisa membetulkan, saya enggak bisa memperbaiki," kata Jokowi.

Selain dua permasalahan yang disebutkan di atas, Jokowi juga mengatakan bahwa akses dari Terminal Pulo Gebang untuk menuju jalan tol JORR juga belum selesai.

"Di sini untuk jalan masuk ke tol juga belum. Semuanya pengin kita kebutlah jangan sampai ini terlalu lama diam. Kalau diam nanti pasti ada yang rusak," kata Jokowi.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau