Pingsan, Rasyid Rajasa Dibawa ke RS Polri

Kompas.com - 07/01/2013, 19:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - M. Rasyid Amrullah Rajasa (22), tersangka kasus kecelakaan BMW X5 dan Daihatsu Luxio di Tol Jagorawi Km 3+350, Selasa (1/1/2013) telah meninggalkan gedung Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya.

Saat keluar dari ruangan penyidik, putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini tampak dipapah dengan wajah tertutup jaket. Menurut pengacara Rasyid, Riri Purbasari Dewi, Rasyid telah menjalani proses Berita Acara Pemeriksaan lanjutan.

"Rasyid sedang dalam kondisi kurang sehat dan sempat mengalami pusing serta mual sehingga tidak sadarkan diri," jelas Riri, Senin (7/1/2013).

Tak ayal, Rasyid pun segera dibawa menuju mobil ambulans yang sudah menunggu di halaman Subdit Gakkum, Pancoran, Jakarta Selatan.

"Rasyid akan dibawa ke RS Polri," kata Riri lagi.

Menurut Riri, pemindahan Rasyid ke RS Polri ini merupakan rekomendasi dari pihak kepolisian.

"Catatan medis Rasyid memang ada di RSPP, namun dia dipindahkan ke RS Polri berdasarkan rujukan dari penyidik," jelas Riri.

Riri menambahkan bahwa selama kurang lebih empat jam proses BAP, Rasyid harus menjawab sekitar sembilan pertanyaan. Namun Riri enggan merinci pertanyaan apa saja yang diajukan kepada kliennya tersebut.

Dia menambahkan jadwal pemeriksaan lanjutan belum bisa dipastikan karena tergantung kondisi kesehatan Rasyid.

"Untuk pemeriksaan lanjutan, kita harus lihat dulu kondisi Rasyid seperti apa," kata Riri.

Sebelumnya, Rasyid sempat dirawat di Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP), Jakarta Selatan akibat mengalami trauma pasca-kecelakaan yang melibatkannya.

Menurut tim dokter yang menangani Rasyid di RSPP, pemuda ini didiagnosa mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau stres pascatrauma.

Kondisi ini adalah keadaan psikologis yang menimpa seseorang yang pernah terlibat atau menyaksikan sebuah kejadian traumatis.

Kecelakaan antara BMW X5 dengan nopol B 272 HR yang dikemudikan Rasyid dengan Daihatsu Luxio yang dikemudikan Frans Joner Sirait (37) diduga terjadi karena Rasyid mengemudi dalam keadaan mengantuk.

Akibatnya, BMW Rasyid menabrak Luxio dari belakang dan mengakibatkan penumpangnya terpental keluar. Dua orang tewas akibat tabrakan ini, yaitu M. Raihan yang masih berusia balita, serta Harun (57), kakek dua orang cucu.

Sementara itu, tiga penumpang lain mengalami luka dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau